Hello (nice) baby blues

Masa postpartum mari bertemu dengan baby blues syndrome. Hello again ^^. Kok ada kata “nice”nya yah? Karena BBS aku saat ini lebih banyak perenungan sampai akhirnya rasa ikhlas yang bener2 terasa blaasss…

BBS aku lebih banyak karena “belum terima” sepenuhnya kenapa harus melahirkan belum waktunya (belum keinginan bayinya), tensi tinggi menjelang melahirkan, bukan persalinan normal yang lembut, minim trauma, lancar jaya, bahkan bayi harus terpaksa diinduksi untuk dikeluarkan, dan usaha mau melahirkan indah dengan penuh kesadaran rasanya sia-sia.

Aku juga merasa bersalah ke anak kedua, karena dia dipaksa lahir sebelum waktunya (kontraksi sendiri), sejak usia kandungan 5 bulan aku tiap hari minum kopi hitam! Iya, aku jadi pecinta kopi hitam banget banget (tapi nggak tau deh ini pengaruh bahaya ke janin atau nggak), trus kurang konsumsi makanan/minuman bergizi, dan sering stress (stres di rumah dan di kantor juga). Rasanya ingin mengulang kehamilan anak kedua ini..hiks.

Dan rasa bersalah ke anak pertama, karena sejak kehadiran adiknya, Kiya jadi caper banget. Gampang nangis, gampang marah, gampang teriak2, pecicilan banget..bedaa banget sebelum ada adiknya. Alhasil, Kiya jadi disodorin iPad mulu..duh, tak tega aku. Perlahan mulai cari cara untuk aku sabar dan nurutin apa mau dia dulu, pelan-pelan sambil selip2in belajar, bercanda dan bermain sama Kiya, dan berusaha nahan bentak2 ke dia.

Aku pun merenung, menangis, cerita ke suami dan cerita ke mommies kece di birthclub anak pertama, sambil terus berpikiran positif, tidak lupa inhale-exhale napas, dan afirmasi positif bahwa aku sehat dan bahagia saat ini, daaan senyuuum :)). Karena pesan dokter dengan tensiku yang masih tinggi ini, aku nggak boleh capek dan nggak boleh stress. Alhamdulillah aku dapat melalui masa BBS ini hanya seminggu saja, itupun nggak parah-parah banget seperti dulu anak pertama.

So, gimana caranya bebas cepat dari BBS dan nggak dramatisir banget? Kalau yang kulakukan kemarin:

  1. Banyak2 ucap syukur ke Allah dan istighfar
  2. Cerita ke suami atau orang terdekat
  3. Tumpahin emosi yang dirasakan, misal menangis dan berpelukan
  4. Rileksin tubuh dan pikiran (inhale-exhale napas sering2 sambil senyum)
  5. Afirmasi positif ke diri sendiri
  6. Perkaya diri dengan pengetahuan

Mari mengulang rutinitas newborn dan nikmatilah: begadang, ganti popok, menyusui, gendong timang-timang, mandiin, jemur matahari, pumping asi, dan surfing di online shop *uuppss.. πŸ˜‰

 

 

 

Iklan

Penulis: melissa

pekerjaan utama sebagai istri dan ibu, pekerjaan sampingan sebagai pegawai yang kadang-kadang tugas ke luar kota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s