Plesiran: Makassar dan Mamuju

Yeah, as usual this is a duty’s traveling. Haha. Tapi setidaknya sempat merasakan menginap di hotelnya, makanan khasnya, jalanannya, dan pemandangannya. Meski tujuannya cuma kantor daerah dan hotel. Hehe..

First Destination: Makassar
8 Juni pagi-pagi buta gw udah jalan menuju bandara SHIA, makan sahur di jalan dibekalin mama. Penerbangan paling pagi menuju Bandara Sultan Hassanudin Makassar di Maros. Tepat jam 9 pagi waktu Indonesia tengah, tiba di Makassar. Langsung menuju kantor daerah di kota Makassar. Daaaan..sampai jam 11 malam nongkrong di kantor daerah ini aja, dengan bekal buka puasa makanan padang (lah?) Hahaha…

Tiba di hotel Aryaduta jam 12 kurang waktu setempat, alhamdulillah nempel sama kasur juga. Tengah malam, sama teman kantor pesan Coto Makasar via go-food (thanks masih ada go-food tengah malam di Makasar), dan akhirnya menikmati makanan khas Makasar juga.

Bangun pagi-pagi, dan nggak sahur karena baru tidur jam setengah 2 pagi setelah makan coto makasar pake ketupat. Sehabis mandi dan packing (lagi), kita berdua jalan-jalan di depan hotel yang langsung berhadapan dengan pantai fenomenal Makasar, Pantai Losari. Panas terik menerjang kita hajar deh demi dapat foto (eh?). Kalau dulu pertama kali ke Makasar tahun 2011, hanya ada tulisan besar Pantai Losari. Tetapi kini banyak tulisan besar lainnya di sekitar pantai, seperti tulisan Makasar, Bugis, dll. Jalan-jalan di pinggir pantai yang terik sekitar 500 meter lebih dan foto-foto tiap ada tulisan besar atau patung di sana..Hahaha.
image

image

image

image

Pantai Losari kini, Juni 2016

Jam 9 lewat, kita kembali ke hotel, ambil tas di concierge dan langsung cabut menuju bandara lagi. Sebelum ke bandara, mampir ke Jalan Somba Opu, tempat jajaran toko oleh-oleh di Makasar. Kita mampir ke satu toko saja (karena waktu mepet), ke Toko Ujung. Tiba di Toko Ujung, bau kopi menguar, haruuuum banget. Masya Allah kalau nggak inget puasa (dan punya penyakit maag), rasanya pengen pesan atau beli kopi di sana. Alhasil gw hanya membeli pesanan orang rumah, minya tawon tutup putih yang harganya semakin Wow, dan sebungkus keripik bawang pedas untuk camilan nanti.
image

image

image

image

Toko Ujung, toko oleh-oleh di Jalan Somba Opu-Makassar

 

Second Destinantion: Mamuju – Sulawesi Barat

Jam 11 siang, kami terbang lagi menuju Mamuju – Sulawesi Barat dengan pesawat Wings baling-baling selama setengah jam lebih. Tiba di Bandara Tampa Padang Mamuju, kami sudah dijemput dan langsung melaju ke pusat kota Mamuju yang ditempuh 45 menit dari bandara dengan jalan berliku aduhai, mulai pusing kepala gw (mana lagi hamil muda pula). Alhamdulillah tengah hari kita sudah tiba di Hotel D Maleo Mamuju, satu-satunya hotel besar di kota ini. Istirahat sebentar (dan ketiduran) sampai waktu berbuka hampir tiba. Kami pun dibawa makan berbuka puasa di warung ikan bakar, khas Mamuju sini makanan adalah ikan bakar. Alhamdulillah bumbunya enak dan ikannya segar. Selesai makan, kami kembali ke hotel lagi untuk istirahat.
image

image

Jadwal esok hari: Kerja seharian di kantor daerahnya. Nggak usah diceritain yaa..haha.

Diajak makan berbuka (yang telat) di warung ikan bakar lagi, kali ini gw bisa lebih menikmati makannya, karena lebih enak bumbu ikannya. Jam 10-an malam kami sudah tiba di hotel kembali.
image

image

Esok harinya, kami kembali ke Jakarta, dari Bandara Tampa Padang Mamuju dengan pesawat Wings Air baling-baling (entah jenis pesawatnya apa), transit di Bandara Sulatan Hasanudin Makasar sekitar 1 jam kurang. FYI, Bandara Sultan Hasanudin yang dulu gw kagumi dengan besar dan luasnya, saat gw transit di sana hari itu, bandara sedang di renovasi yang menurut gw membuat bandara jadi terlihat sempit dan nggak keren lagi. Hehe. Nggak tau deh kalau renovasinya udah selesai nanti.

Ternyata gw nggak transit lama-lama di bandara Makasar, karena pesawat Batik Air kita udah siap mengangkut penumpang sebelum jadwal boarding. Wow. Ini pertama kali gw naik Batik Air, ternyata jadwal boarding lebih cepat dari yang tertulis di boarding pass, interior pesawat lebih lega dari “saudaranya”, jarang antar kursi lebih nyaman, ada layar TV juga di setiap bangku, waaah..tapi kita harus sedia earphone untuk menikmati audionya (pakai earphone hp juga bisa) atau membeli 25 ribu di atas pesawat. Dua jam perjalanan, kami tiba di bandara SHIA Jakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s