Pengaruh dunia maya terhadap gaya hidup

Haiiiaaah..judulnya macam mau penelitian aja. Tapi monggo kalo ada yang terinspirasišŸ˜›.

Di jaman setiap orang serba pegang smartphone ini, koneksi internet dimana-mana, dan media-media sosial yang amat menarik, perhatian manusia-manusia di dunia nyata sebagian besar teralihkan ke dunia maya. Hai MayašŸ˜›.

Termasuk gw dan blog ini, hahaha.. Awal mula orang selancar di dunia maya tak lain hanya untuk chatting dan email, kemudian game online. Seiring jaman, berkembang akun media sosial dimana orang saling terkoneksi di belahan dunia manapun, apalagi ketemu teman lama juga mantan (eh!). Ketagihan orang-orang akan media sosial lama-lama maknanya bergeser, jadi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Yes, betul!!

Ajang “pamer” pun mulai merajalela di dunia media sosial. Mulai dari posting foto, tempat makan, tempat liburan, bahkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan juga semuanya di posting (tentu yang keren dan mahal yang diposting). Kemudian “teman-teman” media sosialnya merasa, Wah si A keren, si B cool baget, si C cantik, si D tajir….dan lain-lain sesuai ekspektasi di pemosting. Efek berikutnya, yang suka perhatiin postingan-postingan “teman media sosialnya” juga terpicu untuk unggah postingan yang keren-keren pula, mulai saling membandingkan, memaksakan diri datang ke tempat ini-itu yang lagi hits di dunia media sosial, punya barang canggih bin mahal, pakain dengan fashion ter-update (cocok nggak cocok dibeli deh pokoknya), daaaan lainnyaaa…

Sempat fenomena ini “mengganggu” gw, tepatnya di saat gw baru memiliki si kecil. Entah kenapa gw sangat terpengaruh komunitas dari media sosial yang selalu memajang foto anaknya dengan barang A, tersu review stroler B, baby bag merk C, dan lainnya. Keinginan gw pun untuk memiliki baju-baju, stroller, high chair, gendongan yang brand bagus dan harganya tentu nggak murah. Dan kalaplah gw saat itu, beli stroler baru, beli high chair baru, beli breastpump baru, beli baju brand mahal, dan mainan mahal (yang nggak penting banget) untuk anak…untung kalapnya gw terbatas di asupan keuangan ;P. (ini standar mahal gw juga nggak tinggi-tinggi juga..haha).

Waktu berlalu, dan gw pun sadar bahwa anak nggak butuh itu semua. Yang dibutuhkan anak adalah pakaian yang bahannya nyaman serta ukuran pas (tidak kekecilan dan kebesaran), produk-produk perawatan juga yang penting bahan aman dan cocok di kulit anak, dan gw juga lebih suka mengajarkan anak jalan kaki sendiri ketimbang bawa stroler kemana-mana, peralatan makanĀ dan botol susuĀ juga cari bahan yang aman untuk makanan dan tahan panas, mainan juga kalau bisa buat atau beli yang murah meriah tapi tidak meninggalkan esensi mendidiknya (warning kepada anak untuk tidak memasukan mainan ke dalam mulutnya). Yap, pada akhirnya gw pun berdamai dengan ambisi. Ambisi ingin membeli barang brand terkenal dan mahal, baik untuk anak dan diri sendiri.

Apa pun masih gw lihat seliweran di media sosial dengan ke-keren-an masing-masing, udah nggak terlalu menyulut ambisi gw ingin ikut memiliki. Alhamdulillah, kini acuan gw kembali ke yang lama, membeli yang baru apabila benar-benar dibutuhkan saja. Kalau cuma “ingin”, masih bisa gw tahan setahannya, oke kecuali makanan enak (eh!). Gw sadar, pendapatan kita sebetulnya cukup banget untuk biaya hidup, tapi tidak akan pernah cukup untuk gaya hidup. Alhamdulillah gw dan suami juga menolak memiliki kartu kredit, pakai asuransi sejuta umat aja (bawaan dari kantor), liburan anak ke tempat yang dekat saja dulu, jalan ke mall dekat rumah selama barang yabg dicari ada di sana (nggak memaksakan diri ke mall-mall keren cuma untuk gaya), dan prinsip-prinsip lainnya.

Yaaa..semua orang memang ada jatah rejekinya masing-masing, tapi alangkah baiknya rejekinya yang berlebih untuk disedekahkanšŸ™‚

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s