Papa dan Perjuangannya Menuju Sehat-2 (Agustus 2015)

Tertanggal 10 Agustus 2015, sepulang kerja jam 17.30ama cerita ke gw klo papa dr tadi siang lemas lagi. Awalnya papa dengar mama bicara di telepon ttg kondisi Tek Mi yg menurun lagi, papa yg siang tadi mau siap2 ke masjid utk sholat zuhur, tiba2 lemas dan tdk jadi ke masjid.

Sorenya, papa minta gw pijit2 badan papa dan bilang ke gw klo badan papa kok lemas bgt. Sesaat setelah azan maghrib, papa jalan ke teras sendirian dan buka pagar, disamperin sama mama & papa bilang nunggu da divo. Lalu papa wudhu ke kamar mandi utk sholat maghrib. Pas mau wudhu sholat isya, papa yg ditemani mama ke kamar mandi, tiba2 linglung lagi. Papa tanpa sadar jalan ke pojokan kamar mandi dan dan kebingungan.

Akhirnya mama dan cahyo bopong papa ke kamar lagi. Papa didudukin di tepi tempat tidur, trus genggam tangan mama dgn tangan kiri papa. Tangan mama digenggam kuaaaaattt bgt smpe mama kesakitan.

Papa pun kita baringkan di tempat tidur, dan mulailah terjadi kejang2 pertama di sisi kiri tubuh papa. Kejang pertama lalu berhenti, papa masih bisa ucap istighfar. Badan papa udah dipegangin mama, gw, tek des, om syarel, om indra, cahyo, & da divo. Gw ambil handuk putih dan disumpel ke mulut papa supaya gigi papa nggak menggigit bibir (tapi udah terlanjur kena).

Dan kejang berikut datang lagi dan lagi, dengan durasi yg lebih lama dan jeda yg sebentar. Papa mau dibawa ke RS, tapi gw inginnya papa dibawa ke RS harus pakai oksigen. Sayang sekali tabung oksigen di rumah dalam keadaan kosong! Astaghfirullah…

Da divo pun pergi untuk isi tabung oksigen, setelah beberapa menit kemudia da divo telepon kalau tokonya tempat oksigen udah tutup. Akhirnya gw bilang telepon ambulans aja. Da divo inisiatif telepon ambulans kenalan pengajiannya.

Kejang papa masih berlangsung dan papa udah nggak bisa ucap istighfar maupun laailaahailallah lagi. Papa udah kesakitan banget. Ya Allah….

Alhamdulillah nggak lama kemudian ambulans datang dan ternyata petugasnya cuma sendirian sekalian nyetir. Lalu om sharel dan da divo ikut ambulans. Gw, mama, & tek des naik mobil disetir om indra.

Ambulans tiba duluan, papa langsung dibawa ke IGD. Langsung pakaikan oksigen, disuntik penghenti kejang, suntika sana sini, lalu setelah diam baru diinfus. Papa sudah diam nggak kejang lagi dan terbaring tak sadarkan diri. Nggak lama kemudian, dimasukkan alat bantu napas langsung ke paru-paru.

image

Paaa…kami kira papa sudah sehat bugar kembali setelah kejadian bulan April lalu. Namun Allah berkata lain.

Malam itu tanggal 10 Agustus 2015, kami menunggu papa, karena di IGD kami hanya bisa menunggu di luar, ke dalam sesekali bantu semangatin papa, meski perasaan saat itu udah sedih banget. Papa akan dirawat di IGD dulu sampai dapat kamar perawatan. Gw, mama, tek des dan om indra pulang jam setengah 2 dini hari. Da divo dan om sharel yang nunggu di RS.

Hari ke-3 papa mulai gerakin kaki dan tangan kanan sedikit, hari ke-5 sesekali buka mata. Gw ambil cuti 4 hari sekaligus untuk jaga kiya di rumah dan gantian ke RS sama mama. Papa di IGD hampir 5 malam karena kamar penuh.

Tanggal 14 Agustus 2015, papa pindah kamar kelas 3. Dan tempatnya kurang nyaman buat papa dan yang nungguin. Tapi di kamar inilah kita berkenalan dengan perjuangan laki-laki muda yang berjuang melawan penyakit syarafnya, secara fisik dia sehat tapi sejak 2 tahun lalu dia suka kejang2 saat lagi tidur. Dan dia penuh semangat dan optimis berobat selama 2 tahun ini. Tanggal 15 Agustus 2015 papa pindah ke kamar kelas VIP, di lantai 3.

Keesokannya tanggal 16 Agustus 2015, tek mi mama steffy, yg sudah dirawat di RSCM Kencana krn penyakit sirosis, pindah ke kamar rawat inap Gedung A selisih 2 kamar dari papa. Lima hari tek mi dirawat di kamar 316 irna A, tepatnya tanggal 20 Agustus 2015, beliau pun berpulang ke Allah SWT. Innalillahi waa innailaihi rojiuun… kaget banget dengar kabar ini, sekaligus kami bagaimana menyembunyikan sementara dari papa (yg takutnya syok lagi kalau dengar kabar duka ini). Semoga tek mi kembali dlm keadaan khusnul khotimah dan kami bisa memberi tau ke papa suatu saat tanpa membuat papa syok..aamiiin.

Papa masih terus dirawat di RSCM irna A kamar 318 sampai akhirnya pulang ke rumah tanggal 30 Agustus 2015, dalam keadaan sadar namun stroke sebelah kiri. Segala puji bagi Allah yang memberikan ujian kepada keluarga kami. Dari papa, mama, anak2, hingga cucu2…Ya Allah semoga Kau beri kami keikhlasan, sabar dan kekuatan dalam hadapi ujianMu ini…

Dan sekarang sudah bulan November 2015, sudah 3 bulan papa terbaring karena stroke. Kami mendatangkan terapis 2 kali seminggu, alhamdulillah tangan kaki papa sebelah kiri sudah bisa digerak2an sedikit. Kami yakin Allah akan sembuhkan kembali papa..aamiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s