Papa dan Perjuangannya untuk Sehat (April-Agustus 2015)

Postingan gw sebelumnya tentang papa masuk RS karena sakit hepatitis. Alhamdulillah sudah pulang ke rumah tanggal 10 April 2015. Di rumah kondisi semakin membaik, warna pekatnya kuning berangsur berkurang dan nafsu makan membaik.

Sampai pada suatu malam, tepatnya dini hari sekitar pukul setengah 2 di tanggal 14 April 2015, tiba2 mama membangunkan gw karena papa jalan sendiri ke kamar mandi lalu papa duduk lama di wc, dan saat berdiri papa terlihat bingung mau kemana dan ngapain.

Berhubung suami lagi dinas, alhasil gw berdua mama aja yang bopong papa kembali ke kamar. Dan bukan hal mudah, karena papa nggak berani melangkah “takut jatuh” kata papa. Gw berusaha kasih papa semangat, gw pijit2in leher papa, gw ngoming agak kencang agar papa tetap sadar.

Alhamdulillah..akhirnua gw dan mama berhasil bawa papa sampai ke kamar. Mama udah mulai panik, gw juga tapi tetap usahain tenang sambil kita berdua zikir. Astaghfirullah…

Papa terlihat hampir tak sadarkan diri, tapi setelah dibaringkan papa tidur kembali. Pagi harinya sehabis subuh, da divo datang. Melihat kondisi papa, da divo saran bawa ke RS lagi. Jadilah papa dibawa ke RSCM pagi tanggal 15 April 2015. Dengan mobil dan om indra yang bawa.

Di RSCM, papa langsung masuk IGD dimana kesadaran papa semakin menurun. Segala selang dipasang ke papa dan kabel2 untuk monitor jantung paru2 dll. Siang harinya, mata papa udah mulai membuka sesekali. Hasil CT-scan menyatakan bahwa tumor papa yang dulu membesar lagi san kemungkinan dari tumor itu papa nggak sadar.

Dan dimulailah hari2 di RSCM di kamar 315 Gedung A. Kesadaran papa dari hari ke hari membaik, namun memori papa agak terganggu. Papa mengingat kerja di waskita, lalu cerita2 yang nggak pernah terjadi seakan2 benar terjadi, omongan papa agak kacau. Alhamdulillah papa masih ingat keluarganya bahkan cucu2nya.

Beberapa kali papa bicara yang membuat kami2 tegang. Alhamdulillah papa masih diberi usia sama Allah. Keputusan dokter2 papa mau dioperasi tumornya, tapi kami tidak setuju. Maha Besar Allah yg memberitahukan kepada kami melalui seorang dokter yg sangat tidak menyarankan papa dioperasi. Genap 10 hari di RS, papa pulang ke rumah. Perawatan di rumah juga extra, semua serba di tempat tidur, makan, minum, bak, bab, lap badan.. semoga mama diberi sehat dan kuat selalu dalam merawat papa.

Memasuki bulan Mei 2015.
Karena kami sudah memutuskan papa tidak dioperasi, maka kami berupaya mencari cara lain untuk pengobatan papa. Pertama, melalui bekam. Da divo membawa hasil ctscan papa ke tempat bekam di Jalan Saharjo Manggarai Jaksel. Kesimpulan yg didapat sepulang dari tempat bekam; tumor papa ini jika menekan ke depan maka menekan syaraf mata dan kebutaan, jika menekan ke belakang mengenai otak, & jika menekan ke bawah mengenai saluran napas dan suplai oksigen terganggu. Jadi saran terapis bekamnya sediakan tabung oksigen di rumah apabila kesadaran papa mulai berkurang meski sedikit.

MasyaAllah..selama di RS nggak ada edukasi sama sekali dari dokter2nya bahkan saat kita pulang nggak ada saran apa2 dari mereka. Lah ini, terapis bukan lulusan kedokteran kok paham yaaa dan mau berbagi. Mulai saat itu kita sedia tabung oksigen di kamar & kapan pun papa merasa lemas, langsung kasih oksigen..alhamdulillah papa segar kembali.

Lalu papa coba sekali dibawa bekam ke sana, dengan bantuan kursi roda yg sudah dibeli. Kemudian papa merasa kurang nyaman dgn bekam silet, akhirnya tidak dilanjutkan.

Kedua, Maha Suci Allah memberikan kabar bahwa ada dokter herbalis di Soreang Bandung, dan diboyonglah papa ke sana. Menginap semala bersama mama, da divo, supir pak umar. Sepulang dari sana, papa terlihat semangat kembali karena dokternya bilang akan mengobati melalui 3 tahap; pertama dokternya akan kasih ramuan/jamu untuk mematikan akar tumornya dulu, kedua akan dikasih ramuan utk mengecilkan massa tumornya, ketiga ramuan utk memulihkan tubuh papa agar kembali kuat dan bugar.

Sebulan pertama minum ramuan itu, papa cek darah ke lab prodia sesuai resep dari dokternya. Hasil lab darah dibawa ke Soreang (papa nggak ikut), alhamdulillah bahwa akar tumor sudah mati. InsyaAllah. Kemudian papa dikasih ramuan berikut yakni untuk mengecilkan massa tumornya.

Alhamdulillah kondisi papa semakin membaik dan terus membaik, papa bisa sholat ke mesjid lagi, bisa ikut jalan2 di akhir pekan meskipun sebentar2 saja, jalan pagi sendiri keliling sekitar rumah…Maha Besar Allah yang menyembuhkan papa dari penyakitnya..terima kasih Ya Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s