Melirik Gentle Birth

Tiba-tiba bicarain tentang kelahiran? Hamilkah gw?

Belum koook…hehe.

Tapiii..dulu saat hamil anak pertama (Kiya), gw sempat nyantol di twitter dan blog BidanKita punya bidan Yessie Aprilia. Sampai gw mau lahiran karena KPD (ketuban pecah dini) gw sempat tanya2 ke bubid ini via twitter. Dan proses melahirkan gw berlangsung dan meninggalkan trauma jahitan perineum yang membekas dan masih terasa sakit hingga 6 bulan (desperado bgt gw saat itu). Ditambah repot mengurus bayi pertama kalinya, dimana Kiya terbilang bayi yang nggak anteng, dikit-dikit nangis baik siang maupun malam. Hufft…tentang anak kedua? saat itu berniat menunda 3 tahunan deh karena trauma-trauma itu.

Alhamdulillah sekarang mengurus anak kecil yang makin lincah lucu gemesin ini udah terasa enjoy bagi gw dan suami juga dan jreeeng kepikiran mau punya anak lagi. Mengingat kelahiran Kiya di RS yang bagus, pesen kamar VIP pula, bayar mahal, etapi kok merasa perlakuannya gitu aja ya?? Maka terbersitlah niatan untuk lahiran anak-anak berikut di bidan atau klinik yang nyaman macam punya bidan Yessie gitu. Tapi bidan Yessie kan jauh di Klaten sana yaa, belum cari-cari sekitara Jabotabek ada nggak bidan serta kliniknya seperti bidan Yessie itu. Allah menjawab pertanyaan gw, di sosmed muncul teman SMA gw yang mau melahirkan anak pertama di bidan daerah Cipayung/Citayam, bidan Erie Marjoko. Coba kontak temen via chatting dan ternyata dia seneng banget berbagi tentang “Gentle birth” dengan motto: Pemberdayaan diri untuk melahirkan yang alami/lembut dan minim trauma (bagi ibu dan bayi), subhanallah inilah yang gw cari.

Karena saat menjelang dan kelahiran anak pertama dulu, gw juga bertanya-tanya: emang perlu ya diinduksi, emang bayi harus lahir maks.40 minggu ya, emang perlu gunting perineum ya, emang bayi harus disinar supaya nggak kuning ya, daaan banyak lagi pertanyaan2 yang menurut gw kok nggak alami ya??. Temen gw itu ikut komunitas GBUS (gentle birth untuk semua), dia rajin ikut yoga, senam hamil, afirmasi positif selama kehamilan. Lalu saat melahirkan tiba, temen gw melahirkan bayinya dengan alami dan lembut metode waterbirth dan penundaan pemotongan tali pusat 12 jam (gw belum dapet cerita detilnya lagi) di klinik Bidan Erie Marjoko. Bayinya pun kalau tidur anteng dan jarang nangis, asi lancar dan dia tidak merasakan begadang sepanjang malam saat ada newborn baby berkat afirmasi positif selama kehamilan dan melahirkan gentle. MasyaAllah semoga kelahiran anak berikutnya bisa sealami mungkin dan no trauma. Aamiiin.

Seperti kebiasaan gw kalau lagi tertarik sesuatu, net surfing sepanjang malam saat anak udah tidur dan gw menemukan banyak link tentang gentle birth, water birth, lotus birth dan lain-lain. Video yang terkenal di dunia perGBan adalah video youtube “Birth As We Know It”, menemukan para pelaku GB yang salah satunya Lany Koeswandi, Evariny yang pernah gw terapkan bukunya “Melahirkan tanpa rasa sakit” dan pengaruh sama gw sepanjang gelombang-gelombang kontraksi selama 24 jam. Di kalangan artis seperti Dee Lestari, Widi AB3 pun menerapkan gentle birth ini. Makin semangat kakak! Hehe.

Semoga jodoh kehamilan dan melahirkan anak berikutnya dengan gentle birth ini. Aamiin Ya Allah🙂. Semoga baik, sehat dan selamat untuk semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s