Bengkulu Kota Sejarah

Awal bulan Oktober, dimulai perjalanan gw dinas ke kota Bengkulu dan sekitarnya. Ini dinas gw pertama setelah bulan Ramadhan lalu. Rencana 3 hari 2 malam di kota ini dan ini pertama kalinya gw mendarat di Bengkulu. Hari pertama tiba di Bengkulu, kami langsung pergi ke Hotel Splash di jalan Sudirman. Ternyata kamar belum ready di sana. Alhasil kami yang belum sarapan, langsung menyebrang hotel makan di Roemah Atjeh dengan menu mie aceh beserta teh tarik atau kopi Gayo. Gw pesan mie kuah aceh dengan udang dan teh tarik, alhamdulillah rasanya nikmat (laper nih kayanya). Hahaha. Setelah kenyang, masih ada waktu luang sampai kamar hotel ready, kami naik angkot warna kuning menuju Rumah Pengasingan Bung Karno dengan bayar 3000 rupiah/orang. Panas terik dan lembap menyambut kami di Bengkulu ini, sampai di dalam rumah bung karno, semilir angin bertiup jadi adem. Sebelum masuk rumah, kami mengisi buku tamu dan si petugas jaga minta fee (20 ribu berempat, sebetulnya seikhlasnya).

Rumah pengasingan Bung Karno ini ditempati Bung Karno selama 4 tahun (1938 – 1942), setelah itu peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang yah. Bung Karno menempati rumah ini bersama istrinya Inggit Ganarsih dan mendirikan grup sandiwara Monte Carlo. Saat sedang menuliskan ini, tetiba gw tertarik tentang istri-istri Bung Karno dan dapat artikelnya di sini. Silakan baca, hehe. Setelah dari rumah pengasingan bung Karno, kita berniat mampir ke Benteng Marlborough, tapi nggak jadi karena Bengkulu semakin panas dan lembab banget, nggak kuat..haha. Akhirnya sembari menunggu angkot balik ke hotel, kita mampir di toko oleh-oleh sebrang rumah pengasingan Bung Karno. Di sini khas banget sirup dari jeruk Kalamansi, kue bay-tat (selai nanas) dan lain-lain. Gw belum beli oleh-oleh makanan, cuma beli 2 kaos aja di sini.

Keesokan harinya selama 2 hari, kami kegiatan di Teluk Sepang. Subhanallah, panasnya dan lembabnya nggak nahan banget. Duduk kalem aja di ruangan kantor kelurahannya, bisa basah nih baju karena keringatan. Sepulang dari Teluk Sepang, kami mampir di Pantai Panjang, duduk manis di tepi pantai, makan pisang bakar, minum kopi enak, dan air kelapa… alhamdulillah nikmat sambil memandang sunset matahari yang indah, tapi ini anginnya kenceeeng banget.

Hari ketiga di Bengkulu, mampir dulu ke Teluk Sepang lagi dan kemudian ke bandara untuk kembali ke Jakarta. Sebelumnya menyicip pempek Bengkulu dulu dan sirup jeruk Kalamansi yang enak banget, seger dengan asam-manisnya.

Lalu mana kunjungan melihat bunga Rafflesianya? menurut informasi, bunganya lagi nggak berkembang jadi kita nggak mampir deh ke kebun rafflesianya. hehehe….

20141001_102356[1]

mie kuah udang aceh

img1412178326613[1]

Rumah Pengasingan Bung Karno

 

[Update – Bengkulu, 12-15 Oktober 2014]

Gw dan rombongan kembali ke Bengkulu lagi. Yup masih kegiatan yang sama dan kali ini pelaksanaannya. Selama 4 hari 3 malam di sana, dua harinya terpakai untuk kegiatannya full di daerah Teluk Sepang yang masyaAllah panas dan lembapnya bikin sauna kita semua. Selesai kegiatan kita jalan-jalan lagi ke Rumah Pengasingan Bung Karno (karena ada teman yang belum ke sini) dan Benteng Marlborough, wisata sejarah banget ceritanya ini, sayang nggak sempat ke Rumah Fatmawati. Seperti yang udah gw ceritakan rumah Bung Karno sebelumnya, jadi gw fokus foto-foto sama teman kantor aja kali ini. Perjalanan lanjut ke Benteng Marlborough, satu-satunya benteng peninggalan penjajahan Inggris di Bengkulu juga di Indonesia. Benteng ini besar dan kokoh banget, isinya ada penjara, kantor perdagangan EIC, gudang peluru, meriam dan lain-lain. Benteng ini nggak ada cerita-cerita mistisnya karena benteng ini bukan untuk penyiksaan. Penjara yang ada hanya sekedar mengurung saja, lebih banyak pegawai Inggris tinggal di sini. Kita keliling benteng dari bawah sampai naik ke atas, sebagian besar benteng masih aslinya. Gw coba dorong pintu besinya yang super besar dan berat, nggak kuat euy..hahaha. Oya, nama Bengkulu kabarnya dari si Inggris ini yaitu Bencoolen. Gubernur Inggris yang terkenal yaitu Raffles dimana dia menemukan bunga bangkai yang besar di Bengkulu dan kemudian dinamakan bungan Rafflesia.

Nah, untuk wisata kulinernya, Bengkulu nggak punya yang khas kecuali pempek (tapi pempek lebih terkenal dari Palembang kan ya). Kita makan pempek sehari bisa 3 kali di tempat yang berbeda. Pempek yang kita coba Buffet Betti, Cek Toni, dan Mey mey. Enakan mana? kalau gw sukanya cek toni – meymey – baru betti, tapi selera orang beda-beda yaaah. Kita juga coba makanan padang di pasar dekat Pecinan, makanan aceh di Rumoh Atjeh dan Rumah makan Tanjung Karang. Bengkulu bukan kota yang ramai, kehidupan di sini berjalan seadanya tidak terburu-buru seperti Jakarta (yaiyalaah..), penataan kotanya juga meyebar, tapi tetap seru untuk dikunjungi, Pantai Panjang wisata alam di Bengkulu memberikan sunset yang indah di sore hari.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s