Ini tentang Rumah

Bismillah. Masih deg-degan cerita tentang rumah sebetulnya. Hehe. Tapi mau coba sharing pengalaman aja tentang pencarian rumah kami (gw dan suami serta anak2 kita). Pencarian kita selama mulai menikah (2 tahun lalu), dimulai dari sekitar rumah orang tua gw, tetapi belum ketemu, karena ada rumah baru tapi harganya 1M ke atas semua, ada rumah lama tapi masih bagus (hampir mau dijual, tapi nggak jadi), rumah lainnya di gang-gang atau tanah kecil atau kebanjiran. Akhirnya pencarian lewat internet aja, sebut saja itu Rumah.com, Rumah123.com, Rumahdijual.com, Tokobagus.com dan lain-lain udah gw coba di sela-sela waktu kerja di kantor. Area yang kita cari masih sekitar Pasar Minggu, Pejaten, Kalibata dan dibawah 1 M. Belum jodoh, masih belum ketemu juga karena harganya, lokasinya dan sebagainya. Kelemahan kita berdua adalah tidak pernah survey langsung rumah-rumah yang dijual, kita hanya mengandalkan internet semata.

Melihat teman-teman kantor seangkatan kita yang satu per satu mulai beli rumah, gw jadi giat cari lagi. Area diperlua ke Jagakarsa dan Jakarta Timur (nani kantor kita pindah ke Pramuka soalnya). Ternyata di Jagakarsa banyak yang dibawah 1 M bahkan di bawah 600 juta dengan kondisi rumah baru. Berpikir lagi, kalau kawasan Jagakarsa macet banget, nanti punya anak menitipkan ke orang tua bagaimana. Halah, pusiang deh. Saat melahirkan Kiya kita sempat off dulu pencarian rumahnya, dan mulai getol lagi setahun setelahnya. Gw pun menyerah mencari rumah di sekitar rumah orang tua karena dari tahun ke tahun harga rumah semakin gila2an naiknya. Bayangkan naiknya bisa 100-200 juta per tahunnya. Bergeserlah kami ke selatan Jakarta, yaitu Depok. Gw lebih sreg di Depok daripada Bekasi. Suatu hari, gw dan suami pun mulai survey rumah untuk pertama kalinya, ke Grand depok City.

Setelah acara halal bi halal kantor, kami berdua kabur setelah makan siang menuju GDC. Lokasi Grand Depok City masih terusan jalan Margonda, melewati stasiun Depok Lama. Saat itu sekitar jam 1 siang dan jalanan ke sana tetntu lancar, nggak tahu deh kalau jam kerja, karena jala rayanya mengecil dari jalan Margonda. Di GDC kami langsung ke marketingnya dan GDC ini memang komplek yang besar sekali, kata marketingnya ini akan menjadi kota mandiri sebab semua fasilitas ada; tempat ibadah, sekolah, area permainan, water park, kantor pemda juga ada, toko, bengkel, rumah sakit ada aksesnya, dan lain-lain. Menarik sekali. Kami pun berbincang-bincang dengan marketingnya yang ramah dan dijelaskan tentang GDC yang terbagi dalam cluster-cluster. Melihat harganya, kami memilih kluster yang harga tiap rumahnya sekitar 680 – 750 juta, ada 3 kluster yang kami surve langsung, kesemuanya tipe 36 atau 45. Selama 1 jam lebih kami di GDC dan kemudian pulang untuk pertimbangan. Kesimpulannya, gw sama suami kurang sreg dari lokasi, rumah dan harganya yang gak sebanding menurut kami.

Tiba di rumah, gw pun dapat ide mencari di kawasan Kelapa Dua depok. Seingat gw yang pernah sekali melewati area kelapa dua terutama jalan akses UI jama kuliah dulu, sepertinya banyak perumahan di sana. Mulai semangat cari di kawasan Kelapa Dua via internet (tetep). Haha. Alhamdulillah, muncul perumahan2 baik baru maupun second di Kelapa dua, dan harganya masih banyak di bawah 1 M. Berhubung kondisi kantor yang lagi sepi alias nggak ada pekerjaan, gw pun semangat print rumah2 tersebut beserta nomor marketingnya. Suami pun gw dorong2 untuk telepon marketing dan survey langsung. Pada akhirnya, tepat sebelum suami pelatihan ke Jepang selama 2 minggu, kami pun survey dengan mobil mama tapi minta tolong Pak Indra (tetangga) untuk menyetir (iyah, suami gw dan gw nggak ada yg bisa nyetir mobil..hiks). Pastinya membawa neng Kiya, kami mulai survey ke rumah pertama di samping Brimob Kelapa Dua, masuknya 500 meter ada kali, jalannya selisih 2 mobil pas-pasan. Ketemua juga rumahnya dan ada 8 unit, 6 unit LB 100m2 dan 2 unit lebih besar lagi. Harganya 650 juta masih bisa nego. Info tambahan, belakang rumah tepat kuburan bersama dan keamanan kurang bagus karena langsung jalan raya.

Pencarian berlanjut ke sebrang RS Brimob Kelapa Dua, menurut informasi yg kami cari dari internet rumahnya di dalam komplek. Tidak lama, kami pun menemukan kompleknya, ternyata tidak jauh dari jalan raya Akses UI, dekat malah. Kami ke kantor marketingnya dan berbeda dengan rumah sebelumnya yang sdevelopernya kecil, yang ini developer terbilang besar karena mereka bangun sekitar 60-an unit rumah di dalam komplek yang pintu masuk-keluarnya cuma satu. Sebetulnya komplek ini sudah lama, lalu tanah kosong di sebelah komplek lama dibongkar dan dibangun perumahan yg kami cari ini. Di kantor marketingnya kami dapat informasi semuanya lalu lanjut survey rumah tipe 48 dan tipe 65 (tingkat dua). Harga berkisar 615 juta – 1 M lebih, tergantung LT LB dan hook. Karena waktu terbatas (suami mau siap2 ke bandara, orang tua minta dijemput di Tanjung Barat, dan neng Kiya udah rewel krn ngantuk), kami tidak terlalu lama di sana dan survey hari itu selesai. Di mobil, gw, suami, dan pak Indra merasa sreg dan cocok sama rumah di komplek Mahkota (namanya). Alhamdulillah, semoga berjodoh.

Tiba di rumah, kita berembug lagi, dengan minta saran dari kedua orang tua dan memutuskan keesokannya akan booking fee 5 juta rupiah. Bismillah. Keesokannya kami kembali ke sana dengan rombongan abang sekeluarga dan mama, yang meneytir tentu Osta. Suami udah ke Jepang. Mama dan abang2 gw lihat-lihat rumahnya dan mama merasa sreg juga, dan gw pun bayar booking dengan DP pertama mulai bulan September (setelah suami balik dr Jepang), DP bisa 6 kali dan sisanya baru tangguhan ke KPR BTN. Yap, harus BTN konvensional karena perumah ini MoU dengan bank tsb. Yah, gagal deh mau pakai KPR syariah😦.

Sekarang sudah bulan September, harusnya tanggal 10 kami sudah bayar DP pertama. tetapi kami masih menundanya sampa kami melihat surat2 rumahnya, yang sampai sekarang belum diberi dari perusahaan developernya. Duh jadi bingung deh bagaimana baiknya yah. Bismillah Ya Allah semoga lancar semuanya dan memang ini jodoh rumah kami. Aamiin.

(Psst…kapan2 bahas rumahnya yah, tunggu tenang surat2 dan DP dulu ^^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s