Bussiness trip to 3 cities

Sebelum bulan Ramadhan, ada dinas yang urgent dan mendadak. Kita semua pegawai di direktorat harus dinas dan menyebar kemana2 karena targetnya seminggu harus selesai di 28 Provinsi. Gw pun dapat jatah ke 3 Provinsi atau 3 kota yaitu Bandar Lampung-Lampung, Palembang-Sumsel, Tanjung Pinang dan Batam – Kepri.

Perjalanan Lampung hanya PP 1 hari tanpa menginap, berangkat penerbangan paling pagi dan pulang penerbangan paling sore Garuda. Alhamdulillah setelah pekerjaan selesai masih sempat beli oleh2 dan makan bakso Sony.
Keesokannya pergi lagi ke Palembang dengan penerbangan siang hari. Berharap masih bisa jalan2 di hari pertama karena pekerjaannya hari kedua tapi kita malah terjebak di kantor pemerintah setempat sampai maghrib bahkan makan siang kami pun baru jam setengah 6, Aduh!! Kita menginap di The Jayakarta Hotel Palembang. Pesan kamar junior suite karena rate kami berdua cukup tapi kecewa karena kamarnya cuma modal besar doank interior dan fasilitasnya biasa. Malam harinya dengan memesan taxi bluebird, kami makan malam di martabak har (oke, ternyata gw kurang suka martabak har) lalu keliling kota Palembang sampai jam 11. Duh, nggak sempat cobain kuliner khas palembang lainnya nih. Keesokan harinya kami kerja sampai waktu kepulangan kembali ke Jakarta. Hmm..setidaknya makan empek2 candy juga sih.

Senin pagi sekali, penerbangan kami ke Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Kagetnya ternyata koper gw yang kecil harus masuk bagasi karena eng ing eng pesawat Garudanya kecil sekali. Mungkin karena landasan bandara di Tanjung Pinang masih kecil/pendek kali ya. Tiba di Tanjung Pinang jam 7 pagi, sarapan lontong sayur dan kerja di kantor pemerintahan setempat sampai jam 3 sore. Kemudian kami lanjut menyebrang dengan kapal ferry Baruna ke Pulau Batam. Sejam di atas kapal, kami mendarat di Batam. Keluar pelabuhan kami menumpang taxi menuju hotel di kawasan Nagoya, yes kami belum booking hotel sama sekali niatnya langsung cari aja. Apesnya kami dapat supir taxi yabg tidak dipercaya, kami minta carikan hotel2 di daerah Nagoya tapi kami dibawa ke hotel2 yang sudah lama atau jelek atau esek2. Setiap kita bilang hotel2 seperti swissbell, novotel, i hotel dibilang supirnya jauh dan nggak bagus pelayanannya. Sampai akhirnya kami tiba di Amir Hotel Harbour Bay, masuk ke loby tanya kesediaan kamar dan harga ternyata cocok. Tapi aneh kok loby hotelnya model jadul dan toilet nggak bersih. Karena kita berdua sudah sangat lelah karena penerbangan pagi2 buta, kita pun setuju di hotel Amir ini. Langsung bayar 2 malam di resepsionis (resepsionis cuma 1 orang lho). Gw bayar taxi yang asal ditembak 150rb (padahal ada argo) sama supirnya. Saat kami digiring ke kamar lantai 9, ternyataaa bau parfum meruak menusuk hidung, langsung terasa pusing. Teman gw yg sedang hamil langsung tenggorokannya nggak bisa napas. Seketika karena udah merasa nggak beres sama hotel ini, kita pun langsung keluar check out tapi sialnya kita kena charge 1 malam full. Lanjut naik taxi cari hotel lain dan kami bersikeras ke supir taxi berikut diantarkan ke novotel, dimana si supir taxi ini menawarkan hotel2 yang sama dengan supir taxi sebelumnya. Aih..beneran deh kalo para supir taxi ini dapat komisi gede di hotel2 yg mereka rekomendasikan ke tamu. Terutama sekali hotel2 yg nggak laku. Setelah keliling kami menemukan Novotel dan ternyata kamar full booked. Minta ketemu marketingnya dan alhamdulillah Allah memberikan pertolongan kepada kita melalui marketing Novotel, mas Nino kita ingat jasamu. Dia teleponin semua teman2 marketingnya tentang kesediaan kamar. Plus dicari yang hotelnya bagus daan akhirnya kami menemukan Biz Hotel, hotel bintang tiga yang masih baru..kami diantar dengan mobil novotel menuju Biz Hotel.

Tiba di Biz Hotel, alhamdulillah kamar kami menyenangkan dengan desain yg minimalis tapi bersih dan terasa lega. Dari rooftop tempat breakfast hotel terlihat pulau Singapura di kejauhan.

Hari kedua di Batam, kita kembali kerja yaitu survey hotel untuk kegiatan kantor selama seminggu pada bulan Juli nanti. Kita bagi dua area; Batam Center dan Nagoya. Kita cari 2 hotel di Nagoya yaitu Novotel dan Panorama Residence. Keduanya mampu menampung jumlah 200 orang paket meeting, kedua hotel ini merupakan hotel lama tapi masih bagus.
Survey berikut di Batam Center kunjungi  hotel juga yaitu Harris hotel dan Harmoni One Hotel. Harris keunggulannya di view ke laut dan pusat kota. Sedangkan Harmoni One keunggulannya di ruang meeting yang banyak dan kamar juga banyak.

Selesai survey, kita jalan ke Jembatan Barelang, foto2 selesai balik lagi. Haha. Oya beli oleh2 kue pisang dan lain2. Kemudian acara pribadi, mampir ke rumah kakak sepupu dan om gw:mrgreen:. Alhamdulillah perpanjang silaturahim yaaa.

Keesokan harinya kita kembali ke Jakarta dgn penerbangan jam 10.40. Di bandara Batam ternyata ada toko2 yg menjual oleh2 khas Batam mulai dari tas, parfum, ikat pinggang, cokelat2, kukis import. Yess..maksudnya khas Batam ya bukan khas daerahnya tapii oleh khas Batam ya barang2 import yg jatuhnya murah meriah 😁.

See you on July, Batam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s