Kelahiran si bayi (bagian II): kejadian tak terduga pasca melahirkan

SELASA, 14 MEI 2013

…Lanjutan. Pukul 10.30 pagi, setelah saya selesai dijahit dan lain-lain, saya didiamkan di ruang bersalin selama 2 jam untuk melihat perkembangan pemulihan saya. Seorang bidan masuk dan mengecek rahim, kontraksinya, dan bekas jahitan. Lalu si bidan menekan perut saya dan terasa ada darah yang keluar (muncrat) dari dalam rahim saya, saya pikir itu darah nifas. Tapi bidannya kemudian mengecek bekas jahitan saya di sisi kanan labia mayor, ditekan dan menanyakan kepada saya sakit atau tidak, ya saya jawab sakit (abis dijahit gitu)., bidannya bilang bahwa agak bengkak di situ dan kesimpulannya saya mengalami hematum, apa tuh?? Penjelasan dari teman yang seorang bidan juga, hematum itu perdarahan yang masih aktif dan terjebak di dalam bekas jahitan. Jadiii…untuk menangani kasus saya ini adalah membuka kembali jahitan pertama, membersihkan perdarahan di dalam, dan dijahit ulang lagi, karena pekerjaan ini butuh ketelitian dan agak lama saya harus dibius spinal (setengah badan) agar tenang (tidak gelisah karena kesakitan jika hanya dengan bius lokal.

Masya Allah, cobaan apalagi ini. Saya sudah sedih dan lelah dengan lamanya proses pembukaan saya yang akhirnya saya pun diinduksi, alhamdulillah tetap bisa normal. Nah sekarang saya mengalami hematum. Saya hanya bisa mengiyakan keputusan dokter untuk dibongkar dan dijahit ulang. Dan berhubung dr. Nana Agustina, SpOG sudah tidak di RS, sedang menangani pasien di RS lain, jadi saya akan dioperasi oleh dr. Chandra Asmuni, SpOG. Bah, kemana pula dokter yang tadi menangani saya, saya merasa kok ada kesalahan pada jahitan dokter Nana tadi, harusnya dia juga yang menyelesaikannya. Tapi apa boleh buat, hematum harus segera ditangani. Pukul 11 kurang semua pun berlangsung cepat, dokter anastesi, dokter obgyn, suster, bidan semua siap-siap untuk operasi saya. Saya dibantu duduk untuk disuntik bius di bagian spinal, tak lama kemudian tubuh bagian pinggang ke bawah mati rasa. Meskipun bius spinal, tapi kesadaran saya juga tidak full, jadi selama operasi berlangsung saya hampir tidak sadar (mungkin seperti orang operasi cesar kali yaaa…). Saya juga diberi respirator yang mebuat saya agak kuat sedikit, mengingat tad lemas banget. Entah berapa lama operasi berlangsung, mungkin setengah jam. Kemudian perlahan saya sadar sepenuhnya kembali tetapi tubuh bagian bawah tetap masih mati rasa. Mudah-mudahan telah selesai sehingga saya bisa segera pulih kembali. Saya pun didiamkan di ruang bersalin lagi selama lebih kurang 2 jam. Kemudian dokter Nana kembali datang untuk melihat saya, sesudah itu baru saya boleh masuk kamar lagi.

Saya masiih diinfus, memakai kateter, dan tidak boleh bangun dari tempat tidur selama 12 jam sejak selesai operasi. Saya sudah di kamar berdua suami,kemudian jam 4 sorean, suster mengantarkan bayi kecilku yang cantik, dalam balutan kain bedong warna pink di dalam boks. Kami pandang anak kami, subhanallah si mungil ini ya yang 9 bulan di dalam kandungan saya :):):). Tak lama kemudian, tante dan om datang, dan si kecil langsung digendong sama tante. Kemudian saya ingat perkataan bidan di kelas senam hamil, bahwa bayi yg sudah lahir jangan dipandang saja sama ibunya tapi digendong dan disusui, meskipun asi belum tentu ada tapi bayi harus diajari cara menyusu & ibu juga harus belajar menyusui bayinyang benar serta merangsang asi keluar dengan hisapan2 bayi. Dan saya juga ingat bahwa bayi baru lahir masih bisa bertahan 3 hari tanpa makan/minum karena masih ada asupan dari dalam rahim, hal ini buat saya tenang meski asi belum keluar di hari pertama.

Sore itu hingga malam, saudara2 dan teman berdatangan menjenguk kami di RS. Malam harinya, saya dan suami berdua eh bertiga dengan si kecil Adzkiya. Tiap Kiya menangis, sayanyang belum bisa bangun dr tempat tidur, hanya menggoyangkan boksnya Kiya atau suami menggendongnya, inilah pertama kali suami menggendong Kiya🙂. Malam itu, malam pertama bagi kami bertiga di kamar (RS), pertama suami belajar menggendong bayi, pertama kami mendiamkan tangisannya,dan lagi2 malam itu pun saya tak bisa tidur cukup & nyenyak karena rasa sakit bekas jahitan, suara tangis Kiya, dan kelelahan yang sangat.

RABU, 15 MEI 2013
Hari ini masih di RS, Adzkiya dibawa suster lagi untuk dimandikan. Infus dan kateter saya sudah dilepas jadi bisa coba berdiri dan berjalan. Namun, saat saya turun dari tempat tidur dan mulai jalan, tiba2 saya keliyengan, mau pingsan!! Saya langsung pegangan dan peluk suami, lalu saya duduk di bangku sebentar sambil menahan sakit jahitan. Seharian itu, saya terus dikontrol, diganti pembalut, dikasih obat. Sorenya saya sudah bisa buang air kecil dan mandi (akhirnyaaaa..segar lagi) dan malam harinya kami pulang setelah Adzkiya ditindik telinganya. Welcome home dear baby Kiya🙂. Daaaan…malam ini dimulailah begadang dan urus bayi 24 jam…hohoho.

image

4 thoughts on “Kelahiran si bayi (bagian II): kejadian tak terduga pasca melahirkan

  1. mbaa.. slama ini jd silent reader blognya mb mellisa.. congratulation buat kelahiran ade Kiya🙂
    klo blh tau, kmren habis brp mba lahiran di duren tiga? kebetulan dsog ku dr chandra asmuni.. dan aku niat lahiran disitu.. mohon infonya yah mba..

    • hihi..makasih mba udah baca blog aku :)). Mba pake blogspot ya? templatenya banyak dan bagus2 tuh klo blogspot😀.
      Total biaya melahirkan aku di RSB Duren Tiga kemarin 16 juta, aku pake kamar anggrek A selama 3 hari PLUS kejadian tak terduga perdarahan hematoma yg harus di operasi bius spinal sama dokter yg berbeda (saat perdarahan itu aku ditangani dokter chandra) makanya biayanya sangat membengkak…fiuuh pengen nangiiiss…

      Mba rencana lahiran normal atau cesar? Klo dokter chandra prever cesar dia, katanya menjahit operasi cesar lebih mudah daripada menjahit lahiran normal…hahaha😀. Tapi klo ingin normal diyakinkan saja dokternya. Udah brp minggu kandungannya, smg lancar2 semuanya yaa

      • iyaaa.., tp udh lama ga keurus blognya.. hehehhe.. wah lumayan membengkak yah..
        skrg udh 27w.. iya sih emang dr awal kontrol dia selalu bilang caesar mulu.. hiks2x.. soalnya aku jg ada kista 2 buah.. tp mudah2an sih aku bs lahiran normal.. kmaren dh smpet ngbahas ttg lahirannya jg.. hehe.. makasih yah mba infonya.. jd aku tau realnya disitu brp..
        salam buat dede kiya yah..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s