Kelahiran si bayi (bagian I)

Akhirnya saya punya waktu juga untuk bercerita proses kelahiran anak pertama kami. Selama sebulan sejak kehadiran si kecil, saya masih harus beradaptasi dengan peran saya sebagai ibu, saya belajar merawatnya setiap hari. Nah, sekarang di sela-sela waktu tidurnya si kecil, saya coba menulis pengalaman ini. Bismillah…

ASN-2

Nama: Adzkiya Shatirra Nugroho
TTL: Jakarta (RSB Duren Tiga) 14 Mei 2013,
Pukul: 7.52 pagi
BB: 3350 gram, Panjang: 47 cm, Lahir Normal Spontan

SENIN, 13 MEI 2013
Hari ini saya baru mulai cuti kerja. Tapi officially saya cuti tertanggal 27 Mei 2013, berkat bu bos yang baik hati memperbolehkan saya cuti dari 2 minggu sebelumnya, karena HPL saya tanggal 23 Mei 2013 dan sekarang udah masuk minggu 38 lebih 4 hari. Pukul 5.30 pagi, saya baru saja selesai sholat subuh, pas salam dan hendak berdoa tiba2 saya merasakan keluar cairan yang tidak bisa saya tahan (kalau pipis kan bisa ditahan). Lumayan ngucur sebanyak air pipis normal dan saya segera ke kamar mandi dan melihat celana dalam yang sudah basah. Cairan apakah itu?? Saya nggak tau. Saya kembali ke kamar dan coba tiduran lagi, lalu cerita ke suami. Tidak lama kemudian, perut saya mulai terasa sedikiiit kontraksi, lalu cairan tadi terasa keluar lagi dan saya pergi ke kamar mandi lagi, setelah cebok saya melihat adanya flek darah kecokelatan di air siramnya. Saya balik ke kamar dan coba berbaring saja, saya takut cairan itu adalah air ketuban dan saya pernah baca jika ketuban pecah agar banyak berbaring dan minum air putih.

Pukul 6 pagi, rasa kontraksi mulai terasa, saya menghitung waktunya pakai aplikasi android contraction timer. Saya tetap tenang meski sudah ada flek darah dan terasa kontraksi, apalagi jarak kontraksi masih 10 menit, durasi kontraksi paling lama 1 menit dan tidak terlalu kuat. Tapiii yang bikin saya agak khawatir adalah cairan yang tadi itu, apakah air ketuban??

Pukul 7.30 pagi, jarak kontraksi mulai rata2 8 menit,tapi belum terasa kuat juga. Saya masih tenang, inginnya baru ke RS kalau sudah jarak 3 menitan dan terasa kuat. Tapiiii sungguh cairan yang tadi masih bikin saya khawatir banget, saya ragu apakah ke RS segera atau tunggu kontraksi makin kuat??

Pukul 9 pagi, setelah bbm sama kakak ipar dan sms dengan bidan RS, saya memutuskan untuk ke RS sekarang. Mama, papa,dan suami pun siap, kami memanggil tetangga untuk menyetir mobil kami. Pergilah kami berlima ke RSB Duren Tiga, jalanan masih lancar dan saya pun masih tenaaaang banget selama cairan bening tidak merembes keluar. Sambil zikir2 setiap ada rasa kontraksi yang masih bisa saya tolerir.

Pukul 9.45 pagi tibadi RS, masuk UGD dan langsung di CTG, ya ampuuun baru sabtu malam lalu saya di ctg dengan suster yang sama pula. Berdasarkan hasil ctg selama 20 menit, memang benar saya sudah mulai kontraksi tanda melahirkan tapi belum cukup kuat. Kemudian saya diperiksa dalam, ternyata periksa dalam dilakukan saat saya terasa mules daaaan subhanalah rasanya makin maknyos antara mules plus periksa dalam. Hasil periksa dalam, saya sudah pembukaan 2,l alu cairan bening yang keluar saya ceritakan ke bidan, diperiksa dengan kertas lakmus, hasilnya bukan air ketuban. Alhamdulillah….
Saya berpikir untuk pulang saja karena baru pembukaan 2 dan air ketuban masih aman. Tapiii, atas saran dokter jaga UGD, suami saya sudah mengurus admin untuk pesan kamar, yaaa terpaksa mulai stay di RS deh. Saya merasa masih lama untuk lahiran karena baru pembukaan 2 plus rasa mules saya nggak maju2 dan belum terlalu kuat.

Pukul 11 kurang, kami mulai menempati kamar Anggrek 5 di RSB Duren Tiga, pindah2in tas ke dalam kamar dan mulailah ritual jalan-jalan saya untuk memperlancar pembukaan. Sambil foto-foto sama suami, ngobrol sama papa mama, dengan tetap menghitung waktu kontraksi yang rata2 tetap 5 menit jaraknya.

Pukul 2 siang, dokter Nana datang ke kamar dan lagi2 mengecek pembukaan saya melalui periksa dalam dan hasilnyaaaa tetap pembukaan 2, iyalaah saya merasa mulesnya nggak tambah kuat sejak tadi pagi, jaraknya juga tetap 5 menit. Mama saya memastikan ke dokter bisa lahir hari ini dan dokternya jawab insya Allah bisa, dan saya dalam hati kurang yakin, nggak tau kenapa. Mama menyuruh saya untuk jalan-jalan terus agar pembukaan makin tambah, tapi kontraksi yang saya rasakan masih sama saja. Saya juga minum air zamzam dan madu terus selama di RS. Sampai sore menjelang, saya ketemu dengan seorang nenek yang baru menjenguk cucunya lahiran, dia bercerita bahwa cucnya 3 hari baru keluar bayinya dengan keadaan normal. Dia bercerita cucunya diberi induksi pil, vagina, hingga induksi infus yang akhirnya baru mempan. Setelah mendengar ceritanya saya jadi positif untuk bisa lahiran normal tapiii jangan2 saya diinduksi juga nanti (mulai khawatir). Di dalam kamar, mama masih terus menyuruha saya jalan banyak-banyak sedangkan saya sudah lelah, ingin berbaring, dan akhirnya saya pun menangis ketika ditinggal berdua di kamar. Mental saya mulai down karena kontraksi tidak bertambah kuat dan pembukaan nggak maju.

Pukul 8 malam, saya diperiksa dalam lagi oleh bidan yang saya merasa bidan kali ini bisa bikin saya rileks sehingga periksa dalam tidak terasa menegangkan seperti sebelumnya, memang saat periksa dalam wajib rileks supaya nggak sakit. Hasil periksa dalamnya hanya pembukaan 3, masya Allah nggak lamanyaaa… Saya terus positive thinking, bersyukur pembukaan bertambah meskipun tidak banyak. Bidan pun menyuruh saya istirahat karena melihat saya sudah lelah berjalan-jalan dari tadi siang. Alhamdulillah bisa berbaring juga dan bisa tidur meskipun sebentar-sebantar bangun karena terasa kontraksi. Jarak kontraksi tetap 5 menit. Saya pun diberi suntikan untuk memperlunak mulut rahim sebanyak 2 kali (tadi sore dan malam ini), tangan kiri saya pun dimasukkan jarum untuk tempat masuk obat yang melalui suntikan. Saya coba istirahat saja, meskipun nggak bisa tidur lama tapi lumayan nyenyak. Flek-flek darah kadang masih keluar disertai cairan lendir yang keluar sedikit-sedikit.

SELASA, 14 MEI 2013

Pukul 2 pagi, saya periksa dalam lagi dan sudah memasuki pembukaan 4. Alhamdulillah ada kemajuan meskipun sedikit-sedikit. Jarak kontraksi tetap 5 menit dan kontraksi terasa semakin kuat.

Pukul 5.30 pagi, atas perintah dokternya saya diperiksa dalam lagi. Ternyata sudah pembukaan 5 mau ke 6. Setelah itu semua berjalan cepat, suster dan bidan memberitahu kami bahwa saya akan dipindah ke ruang bersalin, WHAT?? Kan masih pembukaan hampir 6!! Lagian kemajuan pembukaan saya berlangsung lambat kenapa udah dipindah ke ruang bersalin (tentu ini saya utarakan dalam hati). Tiba di ruang bersalin, tangan kiri yang masih terpasang jarum itu dimasukkan infus, yap itulah infus induksi. Hohoho..ternyata dokternya menunggu pembukaan 6 dan saya sudah diniatkan induksi karena kontraksi saya tidak bagus alias nggak ada kemajuan. Baiklaaaah. Pukul 6 pagi saya mulai diinfus induksi, beberapa menit kemudian mulai terasa mules kontraksi yang agak semakin kuat dari biasanya, saya coba zikir saja. Menit menit berikutnya kontraksi semakin kuat dan jaraknya semakin dekat, menit kemudian kontraksi semakin aduhai dan hampir tak berjarak. Pukul 7 kurang saya di periksa dalam saat sedang mules yang makiiiin maknyos banget rasanya karena saya sudah tegang sakit kontraksi plus periksa dalam yang makin banyak aja tuh tangan bidannya masuk, alhamdulillah pembukaan sudah 8.

Pukul 7 lewat, dokter sudah datang, saya makin nggak perhatikan lingkungan sekitar karena rasa mules kontraksi yang sudah tidak berjeda lagi. Saya cuma ucap takbir dan istighfar saja, pandangan saya arahkan ke satu titik di langit-langit ruang bersalin. Lalu bidan siap mau memecahkan ketuban saya dengan alat yang dimasukkan ke dalam rahim saya melalui vagina, tidak terasa sakit sama sekali saat alat itu masuk. Tapiii…saat bidan mencari kantung ketubannya, Loh kok nggak ada kantung ketubannya?? Udah pecah ya?, Mana saya tahu… Kesimpulannya saya sudah KPD (ketuban pecah dini), astaghfirullah, semoga dede baik-baik aja di dalam. Setelah itu dimulailah saya di posisikan untuk bersalin, semua di sekitar saya bergerak cepat dan saya hanya konsentrasi dengan kontraksi saya, di ruangan hanya suami yang menemani. Kemudian saya bilang kalau saya rasa mau ngeden, bidannya bilang ya udah coba aja ngeden. Coba sekali ngeden, nggak berhasil. Akhirnya bidan lain menginstruksikan saya bahwa saya hanya punya kesempatan ngeden 3 kali agar bayinya tidak terlalu lama di jalan lahir dan saya harus punya tenaga (padahal udah lemes banget karena kontraksi diinduksi). Daaan dimulailah, mules datang, ngeden…belum berhasil, lagi dan lagi, saya hilang konsentrasi dan salah ngedennya. Bidan sebelah kanan saya memberi instruksi ngeden yang benar (sesuai ajaran di kelas senam hamil), coba lagi…kata orang-orang sekitar sebentar lagi. Saya coba ngeden lagi, saya lihat dokter Nana melakukan pengguntingan, terasa siih digunting tapi nggak sakit…tiba-tiba udah ada kain hijau di atas perut saya dan diletakkanlah seorang bayi mungil, kata dokter Nana “assalamualaikum…”. Hah, udah lahir? Alhamdulillah..berkali-kali saya ucapkan hamdallah. Si bayi lahir tepat pukul 7.52 pagi dengan berat 3350 gram/ panjang 47 cm dan saat bayi keluar saya tidak merasakan apa pun, mungkin karena konsen di ngeden dan rasa kontraksi yang aduhai.

Pukul 8 pagi, bayi saya segera dibersihkan, si suami mengikutinya sambil merekam anak kami yang baru lahir, lalu di azankan. Sedangkan saya, masih proses pengeluaran ari-ari, ditekan-tekan perutnya untuk dibersihkan dari darah yang masih mengalir, disuntik bius lokal, dijahit, jujur saya terasa saat dijahit, tapi saya coba abaikan kareana sudah sangat lelah. Saat jahit menjahit berlangsung, bayinya diletakkan di atas dada saya dan dibimbing untuk menghisap puting, saya cuma memeluk makhluk mungil yang haluuus sekali di tangan saya itu. Nggak lama kemudian, bayi saya diangkat untuk dibawa ke ruang bayi dan saya didiamkan di ruang bersalin untuk melihat perkembangan. Mama masuk ke kamar dan menyuapi saya makanan, teh manis hangat, susu. Kakak ipar juga masuk sambil ngobrol-ngobrol. Saya dan suami baru menetapkan nama bayi kami saat itu juga, kata suami Adzkiya, oke saya setuju tapi panggilannya Kiya aja yaaa…hehe.

ASN-1

Baru keluar dari perut mama

 

ASN-3

Dalam pelukan mama, mau belajar mimi

Alhamdulillah Ya Allah, sekarang sudah memiliki titipan yang paling berharga dari-Mu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s