Baby blues oh baby blues

Aaah..cerita juga tentang sindroma satu ini. Dulu sempat yakin nggak akan kena baby blues, karena mikir apa sih yang disedihkan dengan punya bayi yang lucu?? But, it happened to me!! Yup, gw kena baby blues tingkat ringan untungnya. Apa aja sih yang gw rasakan?

1. Perasaan sedih, galau, nggak PD, merasa sendirian itu dimulai ketika pulang ke rumah pada malam pertama kami tiba di kamar. Gw yang mulai dari malam pertama mulas-mulas, malam berikutnya tidak bisa istirahat karena sakit bekas jahitan plus baby Kiya menangis terus dan berharap tiba di rumah bisa istirahat tapiii justru inilah awal dari tugas gw menjadi ibu, BEGADANG!!!

2. Sampai di rumah, gw melihat baju hamil hijau yang masih tergantung di belakang pintu kamar, itu baju yang gw pakai saat check kehamilan pada Sabtu sebelum Kiya lahir pada hari Selasa-nya Ketika itu air mata pun keluar, sedih, galau, rindu masa hamil itu. Gw berpikir mulai saat ini gw nggak bisa kaya dulu lagi yang sesuka hati melakukan apa pun.

3. Perubahan ini begitu sekejap bagi gw, kemarin masih manja-manjaan sama suami, jalan-jalan, diperhatikan, eeh sekarang perhatian gw harus ekstra ke si bayi mungil ini. Ada perasaan “Sanggup nggak ya gw? Bisa nggak ya merawat Kiya?” Oh ya Allah, bayi semungil ini hidupnya bergantung pada gw mulai saat ini. Lah piye, selama ini gw bergantung sama orang tua dan suami mulu…huhuhuuu…

4. Lelah dan menahan kantuk menjadi gw berpikiran “Kapan gw istirahatnya ini???” *menuntut cceritanya* Siang hari pun saat Kiya bobo, gw selalu menemani di sampingnya dan sama sekali nggak bisa tidur lelap sebab Kiya ngulet atau kaget dikit gw langsung kebangun, takut dia nangis. Aaahh…kapan daku bobonyaaa…

5. Melihat suami dan merasa rindu sangat sama suami (padahal suami ada di sebelah…hehe), pengen pacaran lebih banyak lagi sama suami berdua, tapiii sekarang kan udah ada anak, mana bisaaaa😥. Jadi menyesal nggak membuat hal-hal seru saat masih berduaan saja. Sampe agw berusaha untuk tetap melayani suami minimal menyiapkan baju kantor dan menemaninya makan dan tiap dia kerja rasanya kangeeen mulu pengen cepat pulang.

6. Kurang pengetahuan gw tentang menjadi ibu, setelah melahirkan bayi apa saja yang dialami, cara merawat bayi, dll tentang pasca melahirkan. Selama gw hamil, gw sangat rajin cari informasi tentang kehamilan, saat hamil tua gw rajin cari tahu tentang melahirkan dan pengalaman orang-orang dalam melahirkan plus belajar hypnobirthing. Tapiii, i missed one thing, KEADAAN PASCA MELAHIRKAN!!!

7. Perasaan sedih dan sakit dengan bekas jahitan dan puting yang lecet berdarah (kakak ipar terus menyemangati bahwa puting lecet hanya 2 minggu, tahan saja dulu). Karena sakit2 ini membuat gw nggak lincah dan cekatan merawat Kiya. Nafsu makan gw juga sedikit, dimana harusnya ibu menyusui nafsu makannya banyak, tapi gw tidak tuh.

 

Bagaimana cara gw mengatasinya?

– Mengabaikan komen emak2, tante tentang harus pake korset 24 jam selama 40 hari. Maaak, nyesek gw pake korset apalagi kalau tidur (jadi pake siang hari aja) dan keyakinan gw bahwa rahim menyusut membutuhkan waktu dan yakin rahim gw akan menyusut berarti perut gw pun akan menyusut juga.

– Cerita ke SUAMI! Yap, menurut gw ini harus dilakukan bagi yang mengalami baby blues. Pada hari ke-6 akhirnya gw cerita mengenai yang gw rasakan tapi dengan kalimat panutup “Aku sayang Kiya kok..” biar suami nggak berpikir kalau gw nggak sayang anak😛. Cerita sampe sesenggukan gw sama suami. Sooo, bagi yang mengalami baby blues syndrome ini, jangan sungkan cerita ke suami yaaa🙂.

– Sharing. Yup sharing sama yang udah pernah mengalaminya, kakak ipar dan kakak sepupu. Alhamdulillah mereka berdua sangat membantu sekali lho. Lalu gw pada akhirnya cerita ke nyokap juga, nyokap kaget karena jaman nyokap punya anak pertama dulu nggak mengalami seperti ini *wiiih…hebat*

– Rising knowledge. Yup, tiap apa yang dialami Kiya, gw langsung googling dengan tab samsung gw. Sambil mimi-in Kiya, gw googling deh. Misal gw cari tau frekuensi pup bayi, berapa lama bayi bobo, berapa kali harus ganti diaper sekali pakai, bagaimana cara menenangkan bayi, dll.

– Mandi 2 kali sehari dan pijat. Yup, karena merawat bayi pada awalnya pekerjaan yang melelahkan apalagi tambah menyusui, plus masih keluar darah nifas, gw harus mandi hingga 2 kali yang membuat badan gw terasa lebih segar, bersih dan rileks. Gw pun memanggil tukang pijit langganan tiap 2 minggu sekali…huft..

– the last, yang menjadi titik jatuh gw di dunia kesindroman ini, saat suami gw dinas 2 hari 1 malam artinya gw cuma bobo berdua Kiya (deg-degan luar biasa ini gw…takut gw nggak kuat), saat itu gw menatap Kiya lebih lama dan berpikir “Kalau bukan gw mamanya, siapa lagi yang merawat Kiya?”. Sejak itulah grafik gw perlahan naik kembali, Kiya si bayi mungil ini hidupnya baru beberapa minggu di dunia, dia masih belajar beradaptasi, seiring itu gw juga baru beberapa minggu menjadi ibu, gw juga beradaptasi. Kita berdua sama-sama beradaptasi, sama-sama belajar, dan karena gw yang sudah hidup di dunia lebih lama, jadi gw harus banyak mengerti Kiya. Semoga gw berhasil jadi mama yang hebat buat Kiya…aamiiin😀.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s