Masa-masa trimester pertama

Sejak mengetahui kehamilan, saya menolak semua perjalanan dinas yang menggunakan transport pesawat terbang. Saya berusaha menjaga kondisi di trimester awal ini. Meskipun dokter mengizinkan saya untuk terbang namun tidak boleh yang lebih dari 1 jam penerbangan, saya tetap tidak mau. Bahkan pekerjaan pun, saya tidak mau capek-capek, tidak mau lembur, dan jika sudah sakit sedikit saya izin tidak masuk kerja. Katanya selama kondisi ibu baik-baik saja dan kuat, sebetulnya tidak apa-apa melakukan aktivitas normal, tetapi siapa yang tau kondisi kandungan dan janinnya. Daripada risiko, saya memilih “memanjakan diri” di trimester awal ini. Toh, rekan-rekan kerja juga maklum…hehe🙂.

Mengingat telah 2 orang teman kerja saya yang mengalami keguguran di saat usia kandungan 1 – 2 bulan pertama, dimana saat itu mereka melakukan perjalanan dinas yang menggunakan pesawat dan lelah. Mendengar kabar dari 2 orang teman lainnya lagi, dimana mereka juga keguguran juga karena kelelahan. Jadi udah ada 4 teman saya yang mengalami keguguran karena kelelahan bekerja maupun karena dinas ke luar kota. So, saya pun memilih hemat tenaga saja dalam bekerja maupun aktivitas fisik lainnya. Agar si janin selalu kuat dan sehat selalu.

Selain menjaga kondisi agar tidak kelelahan, gejala kehamilan seperti mual-mual, pusing, perut kembung, dan hormon sedang naik, membuat tubuh saya lebih mudah lelah. Jalan kaki sedikit saja, napas saya sudah ngos-ngosan, badan pegal-pegal, dan mudah mengantuk. Sejak hamil, jam tidur malam saya menjadi panjang😀 jadi saat pagi-pagi bangun badan terasa segar kembali.

Bagaimana dengan hubungan suami istri? Jujur saja, saat 1,5 bulan pertama kami masih takut untuk melakukannya. Karena ketidaktahuan kami apakah boleh melakukannya atau tidak. Saat kunjungan kedua ke dokter, dokter bilang tidak apa-apa, tapi kami tetap belum berani. Akhirnya memasuki usia kandungan 10 minggu, kami mulai berani melakukannya dan alhamdulillah baik-baik saja🙂. Selama saya tidak merasa mual-mual dan lemas, ternyata hubungan suami istri tidak masalah untuk dilakukan selama hamil.

Alhamdulillah meskipun saya mual-mual di pagi dan atau sore hari, sakit maag suka kambuh, dan kepala pusing, nafsu makan saya tetap normal. Saya sangat menjaga jam makan saya apalagi jika sakit maag sedang kambuh. Segala macam cemilan biskuit dan cokelat saya siapkan di meja kerja maupun di kamar. Saya mudah merasa perih perutnya, padahal baru saja perut terisi penuh dengan makanan utama. Saya tidak bisa makan masakan yang memakai bumbu penyedap dengan rasa kuat seperti semua makanan instan dan snack ciki karena setelah memakan makanan itu saya merasa mual sepanjang hari dengan rasa penyedap yang tidak hilang-hilang. Jangankan makan, bau makanan dengan penyedap kuat saja saya sudah tidak kuat, langsung mual bawaannya. Jadi, selama hamil ini saya rajin sekali makan di rumah, karena makanan mama tidak pernah memakai bumbu penyedap buatan, perut kenyang dan terasa enak. Aaah, makasih mama yang jago masaaaak… *kapan ya saya bisa jago masak juga? :P*

Menu sehat saya selama hamil ini mengonsumsi vitamin dari dokter, berupa folat, penambah nutrisi, penambah darah, dan sekarang sedang minum penambah kalsium karena sedang pembentukan tulang janin. Di kantor, saya langganan susu kedelai yang tiap hari saya minum selama hari kerja. Selain itu saya juga konsumsi susu kehamilan merk Anmum yang rasa cokelat, pernah coba rasa vanilla-mangga tapi bikin saya mual dan pusing. Di samping itu, saya sekarang rajin makan buah tiap hariiiii *jarang-jarangnya saya makan buah lho*…dan prestasi berikutnya adalah saya tidak masalah makan jeruk yang ada asamnya, saya jadi sangat sukaaaa buah jeruk. Tiap makan di luar saya pesannya jus jeruk atau es jeruk melulu. Daaan sekarang saya juga sudah mulai tidak minum air teh sama sekali sebab zat tanin pada teh menghambat penyerapan nutrisi khususnya zat besi oleh darah. ALhamdulillah sejak menghentikan konsumsi teh saya jarang merasa keliyengan atau pusing. Ohya, satu-satunya makanan yang tidak membuat saya mual sama sekali adalah cokelat🙂.  Semoga janin tercinta ini juga bisa menerima nutrisi-nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Aamiiin….

Aaah..sudah tidak terasa saya telah melewati masa trimester awal ini. Rasa ngidam ingin sesuatu makanan pun hampir dibilang tidak ada, jadi suami aman untuk tiba-tiba disuruh bangun tengah malam beli makanan yang susah-susah🙂. Paling, saya hanya ingin suatu makanan tetapi tidak harus dipenuhi saat itu juga, kapan-kapan boleeeeh😀.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s