Bulanmadu di Belitung

Alhamdulillah..setelah acara pernikahan pada 23 Juni 2012, aku dan suami dapat kamar gratis di Hotel Millennium Jakarta semalam dan semalamnya lagi kami bayar dengan harga spesial…hehe (maklum marketingnya udah kenal banget). Setelah 2 malam menginap di Millennium, kami menginap semalam di rumah orang tuaku (yang akan menjadi tempat tinggal kami) dan keesokan harinya tanggal 26 Juni 2012, kami berangkat ke Pulau Belitung untuk h.o.n.e.y.m.o.o.n….Yeaaaahh!!! (^0^)/

Perjalanan ini telah kamu rancang sebulan sebelumnya. Awalnya kami merencanakan honeymoon ke Lombok dan Gili Trawangan. Tapiiii…sebulan yang lalu tiket menuju ke Lombok sudah full booked dan adanya yang harga mahal, kemungkinan hotel juga susah atau dapat harga mahal. Setelah dipertimbangkan, kami putar haluan. Cari-cari lagi tempat yang oke, alhamdulillah ketemu Pulau Belitung. Kami sebenarnya telah memasukkan Belitung dalam daftar cuma ragu karena hotel-hotelnya yang bagus kok sedikit yaa..Pas googling lagi hotel di sana, alhamdulillah ada beberapa hotel berbintang yang baru dibangun. Kami langsung telepon hotel Grand Hatik (bintang 4) dan dapat potongan harga 30% karena booking sebulan sebelumnya. Kemudian, tiket pesawat kami dapat dari travel agent langganan kantor. Kami naik pesawat Sriwijaya dengan harga 2,3 juta berdua PP :)…kalau ke Lombok harga segitu baru sekali jalan untuk 1 orang.

Naah…hari Selasa, 26 Juni 2012 kami berangkat ke Tanjung Pandan, Belitung. Kami tidak lupa membawa kamera dan tripod…hehe, supaya ada foto berduany🙂. Keluar dari badnara, kami bingung mau naik apa. Kami tau kalau di sini tidak ada taxi seperti di Jakarta, jadi kami harus pintar-pintar memilih rental. Tiba di pintu keluar, ada yang menawarkan mobil, mobil avanza kata bapaknya, suamiku tanya berapa harganya, ditawar 80 ribu berdua, tawar-menawar lagi dan dapet 30 ribu/orang jadi total 60 ribu. Ternyata sudah ada 2 orang bapak-bapak di dalamnya yang akan diantar ke hotel yang berbeda dari kami. Ooh, jadi sistemnya kaya travel yang diantar ke tempat tujuannya. Awalnya aku agak takut juga, kok udah ada orang lain begini. Bismillah…Sepanjang perjalanan ke hotel, ternyata supirnya menyenangkan dan 2 orang bapak-bapak tadi merupakan pekerja proyek tambang timah. Dan jodoh memang sudah diatur Allah, bapak supir rental yang bernama Pak Ferry ini menawarkan jasa rental mobil, dia menawarkan 350 ribu/hari (24 jam), sudah termasuk supir tapi belum termasuk BBM. NIlai plus dari pak Ferry ini adalah dia tau semua tempat-tempat wisata di Belitung dan menceritakannya seakan-akan guide.

Tiba di hotel Grand Hatika siang hari, kami hari ini sepakat hanya leyeh-leyeh di hotel. Untungnya, di depan hotel ada Pantai Tanjung Pendam dimana banyak warung-warung makanan berjejer di sana. Makan siang, kami memesan nasi goreng promo hotel dan mie goreng untuk suami. Tidak terlalu mahal untuk ukuran hotel. Terus tidur-tiduran aja sambil memandang pantai (kami pesan kamar sea view), sore harinya kami berjalan di pantai dan malamnya kami makan di salah satu kafe. Alhamdulillah…kenyang. Malam ini, kami menguhubungi Pak Ferry bahwa kami akan memakai jasanya untuk 2 hari ke depan. Sip, waktun ya bobo🙂.

Hari Pertama (27 Juni 2012): Putih menjelajah Daratan

Kenapa Putih? karena kostum kami hari ini baju putih..hehe. Hari ini kami mulai mengunjungi pantai-pantai indah di Belitung. Dimulai dari Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Berahu, dan terkahir Pantai Tanjung Tinggi. Pantai Tanjung Tinggi merupakan pantai ikon Pulau Belitung yang menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi. Tiba di pantai ini, Maha Besar Allah yang menciptakan tempat yang indah ini pantai dangkal yang tenang warna hijau kebiruan, pasir putih sehalus bedak, daaan tumpukan bebatuan besar yang halus di sekeliling pantai. Sangat indah dan fenomenal. Ini dia yang khas dari Belitung, pantai berbatu besar dimana batu-batu tersebut mengandung granit.

Image
Pantai Tanjung Tinggi, Belitung

Puas bermain di cantiknya pantai Tanjung Tinggi, kami makan di salah satu rumah makan di pantai tersebut. Bau masakan yang begitu menggoda membuat perut kami lapar, namun makanan yang kami pesan harus menunggu lama untuk dihidangkan. Kami memesan kepiting, ikan bakar, udang, dan kangkung…daaan semuanya enaaak, alhamdulillah…Suami yang suka banget sama kepiting puas banget makan kepiting bumbu lada hitam tersebut. Meskipun tempat makannya tidak terlalu bagus tapi cukup luas dan makanan yang disajikan enak, masalah harga? yaa…tidak dikatakan murah, kami makan bertiga habis 200 ribu lebih, tapi puas🙂. Setelah makan kenyang, suamiku ketemu keluarga sahabatnya yang hendak makan di tempat itu juga dan tempat makan itu memang rekomendasi sekali kata bapak teman suamiku itu😀.

Selepas bermain di pantai, pak Ferry memberitahu bahwa ada kota di Belitung Timur yang memiliki seribu satu warung kopi (oke, mungkin ini ungkapan saja karena saking banyaknya warkop) bernama kota Manggar. Penduduk Manggar memang menghabiskan waktu seharian hanya dengan duduk-duduk di warkop dengan segelas kopi, benar segelas kopi saja, karena segelas kopi bisa dihabiskan dalam 5 jam, sambil ngobrol-ngobrol tentunya. Jadi, warkop di kota Manggar merupakan ajang tempat berkumpulnya penduduk, di sana mereka membicarakan apa pun, mulai dari rumah tangga sampai masalah bisnis. Saya dan suami pun ingin mencicipi kopi di Manggar yang ternyata memakan waktu perjalanan 2 jam dari Pantai Tanjung Tinggi. Kelelahan, saya pun tertidur di mobil. Sesampainya di kota Manggar pukul setengah 3 sore dan kami mampir di Masjid Agung Manggar untuk menunaikan sholat zuhur jamak sholat ashar (musafir..hehe). Setelah itu, kami menuju salah satu warkop yang besar yang memiliki tempat saung di atas air, namanya Bandung River. Kami memesan masing-masing 1 gelas kecil kopi susu dan pisang goreng. Saat menyeruput kopi tersebut…hmm..enaaak, haruuum, maniiss…subhanallah🙂. Suamiku sampai memesan 2 gelas…hehe. Pulang dari Manggar tidak lupa membeli kopinya yang harum dan enak ini, belinya di toko bangunan (Lah?!…emang iyaa :)).

Sepulang dari Manggar, kami melewati jalan lain untuk kembali ke Tanjung Pandan. Kami melewati Gantong, tempat lokasi syuting film Laskar Pelangi lainnya. Di Gantong, ada replika sekolah SD Muhammadiyah untuk keperluan syuting. Replika ini tetap dijaga untuk tujuan wisata di sana.

Image
Replika SD Muhammadiyah di Gantung, Belitung

Malam harinya, kami makan makanan hotel aja karena udah capek mau keluar..hehe. Hari pertama selesai🙂.

Hari Kedua (28 Juni 2012): SI Biru di Laut Biru

Yippii..hari ini dresscode kami biruuu…jadwal trip hari ini adalah Hopping Island!! \(^0^)/. Kami berangkat dari Pantai Tanjung Kelayang dengan menyewa kapal seharga 400 ribu sampaiu jam 5 sore. Sebetulnya akan lebih murah jika berbagi dengan orang lain, tapiii karena ini acara honeymoon kami jadi maunya berdua ajah..hehe (sama pak Ferry dan pengendara perahunya pastinya). Jadi kami berempat berangkat k=dengan tujuan tujuh pulau. Pulau pertama adalah Pulau Pasir, lebih tepatnya disebut gundukan pasir, karena saking kecilnya dan kalau air pasang pulau ini hilang..hehe. Di Pulau Pasir ini kita bisa menemui bintang laut besar-besar dengan mudahnya🙂. Pulau berikutnya adalah Pulau Perahu Belayar, batu-batu di pulau ini menyerupai layar perahu, di sini ada bintang laut yang jenisnya kecil-kecil. Berikutnya pulau yang  paling jauh diantara pulau-pulau yang akan kami kunjungi, Pulau Lengkuas. Yup, pulau ini memiliki ikon mercusuar dibangun dari tahun 1882 oleh Belanda, mercusuar yang menjadi tumpuan pelayaran perahu-perahu di sekitarnya, ternyata perairan di Belitung tempat lalu lintas internasional juga. Pulau keempat adalah Pulau Burung, kenapa dinamakan burung? Yap, lagi-lagi karena batu yang menyerupai kepala burung. Pulau ini agak besar dan adem karena banyak pepohonan. Berikutnya, Pulau Babi Besar dan Babi Kecil, dijamin halal pulau ini. hehe…Kenapa dinamakan babi? Bukan…bukan karena ada batu babi tapi katanya banyak binatang bulu babi di pantainya. Tapi pas saya main ke pantainya, saya tidak menemukan bulu babi itu yang saya temukan rumah-rumah keong yang canitk-cantik🙂. Dan pulau ketujuh adalah Pulau Kelayang yang ternyata paling dekat dengan Pantai Tanjung Kelayang, pulau ini tak besar tapi khasnya adalah batu besar berbentuk kepala burung garuda. Yap..alhamdulillah telah kami jelajahi 7 pulau hari ini (^__^)v. Daaan semua pulau memiliki pantai yang indah dan cantiiik banget, dari pantai sampai pulau Lengkuas air laut berwarna hijau kebiruan yang sangaaaatt jernih dan bebas sampah. Subhanallah indahnya ciptaan-Mu. Dan semua pulau ada batu-batu besarnya yang menjadi ciri khas Belitung.

Image
Perahu kami untuk Hopping Island

Setelah mendarat kembali, kami santai-santai minum air kelapa di Pantai Tanjung Kelayang. Selanjutnya kami mengunjungi rumah adat Belitung di kota dan ke danau Kaolin, lembah bekas galian tambang timah yang kini diisi air tawar yang berwarna biru muda dengan gundukan pasir-pasir putih dari kapur.

Image

Sore harinya, kami makan mie belitung yang enaaaak banget🙂. Awalnya kami coba mie belitung di hotel, lalu kami tanya ke Pak Ferry supaya dibawa ke warung mie belitung. Ternyata tempat yang dipilih pak Ferry adalah warung mie belitung yang memang terkenal enaknya. Alhamdulillah dan lagi-lagi suami pesan 2 piring..hehe. Dan kami pun pesan 5 bungkus untuk dibawa pulang ke Jakarta besaok. Setelah itu, lanjut beli oleh-oleh makanan lainnya. Yak sip…jalan-jalan udah, beli oleh-oleh udah..packing!!

Alhamdulillah, honeymoon kami di Belitung benar-benar berkesan. Kami bisa jalan-jalan tapi tidak sampai letih, masih ada waktu untuk berduaan..haha.😀

Jumat, 28 Juni 2012: hari ini kami kembali ke Jakartaaa…kembali ke dunia realita🙂.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s