Amazing Flores

Judul di atas macam iklan tur pariwisata aja yaaa…haha😀. Tapi memang benar, di tengah Pulau Flores yang serba kering namun menyimpan keindahan-keindahan alam lainnya. Saat perjalanan saya dan teman-teman ke Pulau Flores (tentu dalam ikatan dinas), kami tidak melewatkan beberapa tempat wisata di Flores. Tentunya kami bepergian ke tempat wisata saat pekerjaan kami selesai & catatan pake uang sendiri lho…🙂

Sembilan hari di Pulau Flores, lebih tepatnya di kota Maumere, Kabupaten Sikka, saya dan ketiga teman lainnya bertugas di bagian acara Baksos. Sepulangnya dari tempat baksos, kami selalu menyempatkan diri pergi ke pantai-pantai di Sikka, seperti Pantai Sikka, Pantai Waiara, Pantai Wailiti dan pemukiman Wuring Lama. Di dekat pantai Sikka, kami mengunjungi gereja tertua di Pulau Flores yang dibangun bangsa Portugis saat itu (lupa tahun pembangunanannya). Dalam perjalanan kami ke tempat-tempat tersebut, kami membeli pisang khas sana sebanyak 2 sisir yang langsung kandas seketika karena rasanya enak & manis🙂. Kemudian kami juga membeli ikan hasil tangkapan nelayan, beberapa ikan merah segar kami beli dengan harga murah, malam harinya ikan2 tersebut kami bakar.

Klimaks dari perjalanan kami adalah kunjungan ke Danau Kelimutu, yap danau yang terkenal dengan tiga warnanya dan pernah ada di lembaran uang 1000 rupiah. Perjalanan dari Maumere ke Danau Kelimutu yang letaknya di Kabupaten Ende, tetangga Kabupaten Sikka. Meskipun kabupatennya tetanggaan, perjalanan dari Maumere ke Danau Kelimutu adalah 4 jam!!. Medan yang dilalui hampir tidak pernah jalan lurus, melainkan kelok-kelok dengan jurang-jurang dan bukit-bukit di sekelilingnya. Demi melihat matahari terbit di Danau Kelimutu, kami berangkat dari hotel jam 2 pagi dan ternyata ada rombongan lain yang juga berangkat jam 2 pagi. Perjalanan dengan medan berat ditambah suasana gelap membuat kami ekstra hati-hati. Saya tidak berani menundukkan kepala karena takut pusing dan mabok. Selama di perjalanan, beberapa kali kami menjumpai anjing yang berdiri di tengah jalan dan rata-rata mereka menjulurkan lidah, ekor tidak tegak dan ada yang jalannya lemas. Menururt salah satu teman kami yang ikut (dr. Rucky), anjing seperti itu adalah ciri-ciri anjing trerkena rabies.

Perjalanan 4 jam kemudian, akhirnya kami tiba di Wisata Danau Kelimutu. Kami bertemu rombongan teman kami yang sudah dari kemarin di Ende. Saya lupa tiket masuk per orang berapa, mobil juga dikenai charge dan kamera juga kena charge (makanya saat di tiket masuk, umpetin kamera kalian..hehe). Setelah dapat tiket, kami naik mobil lagi dan jalan ke atas lagi, tiba di suatu lapangan parkir dan mobil diparkir, kami jalan lagi ke atas untuk mencapai Danau Kelimutu. Matahari telah terbit dan saya sempat mengabadikan matahari namun bukan di dekat danaunya.

Sunrise on Kelimutu Mount, Flores Island, September 2011
Kelimutu Lakes, Flores, September 2011

Jalan menanjak dengan suguhan pemandangan hutan yang luar biasa, diliputi kabut-kabut tipis di sekitarnya dan akhirnya tibalah kami di Danau Kelimutu. Alhamdulillah……🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s