Semarang Kota Tua

[Repost from kireiicha.blogspot.com]

Begitulah yang banyak saya dengar tentang kota Semarang, Kota Tua, seperti apa sih Semarang? Alhamdulillah, pada bulan Februari 2012 saya ada kesempatan untuk pertama kalinya singgah di kota Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tenga ini terletak di sisi utara provinsi berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Penerbangan saya dari Jakarta ke Semarang tidaklah mulus, sepanjang 45 menit mengudara goncangan2 kecil kerap terjadi. Mungkin karena kami penerbangan paling pagi (jam 6 kurang) dan saat itu cuaca sedang beralih dari dingin ke panas (info dari pilot Garuda, rekan kerja saya😀 ). Alhamdulillah, kami semua selamat tiba di Semarang, sudah dijemput orang daerah setempat dan diajak makan ke Soto Pak Man yang rasanya asli segaaaarr…ditambah tempe goreng yang garing dan enak, nyammm…Kemudian kami menuju hotel tempat acara berlangsung, Hotel Horison. Hotel ini terletak di tengah2 kota Semarang, di sisi simpang lima kota, tempat jajanan mudah dijangkau dari hotel ini dan tepat di sebelah hotel ada mall.

Tenda makanan di pinggir jalan Semarang

Setelah acara selesai, kami jalan2 sebentar di jalan Pandanaran yang terkenal dengan pusat oleh-olehnya. Kami mampir di salah satu toko yang namanya sudah tak asing lagi bagi pelancong Semarang yakni Toko Juwana. Toko ini menjual berbagai macam aneka jajanan makanan, yup kota Semarang adalah kota yang punya banyak makanan ciri khas🙂. Berbagai makanan yang kami beli antara lain ikan bandeng otak-otak (ada ikan bandeng presto), lumpia, tahu bakso, kue wingko, kue mochi, kue gethuk, dan lain-lain. Banyak yah…:). Malam harinya, saya dan teman2 tidak perlu bingung cari tempat makan di sekitar hotel. Karena tenda-tenda makanan berjejer sepanjang jalan, dan jangan membayangkan tenda makan seperti di Jakarta, tenda makan di sini sangat teratur, bersih, dan bagus. Wiiih…bagus deh pengelolaan pemda Semarang dalam mengatur temoat makan pinggir jalan. Kami duduk di bangku (yang menyerupai foodcourt2 di mall) dan memesan makanan yang berbeda di warung berbeda pula. Saat saya membayar makanan saya, harnganya tidak sampai 10 ribu (itu dah termasuk minum)!! alhamdulillah…😀

Kuil Sam Poo Kong

Keesokan harinya saya dan teman2 kembali ke Jakarta, tapi sebelumnya kami punya waktu untuk jalan2 (lagi). Saya dan Putri jalan2 berdua saja dan kami mampir di kuil Sam Poo Kong, masuknya bayar 3000 (klo gak salah ingat). Di dalamnya terdapat kuil/klenteng yang menjadi ikon kota Semarang (selain kuil ini, ada Lawang Sewu yg menjadi ikon wisata kota), ada tempat sembahyang umat Budha dan tempat meramal ala Budha. Tak jauh dari pintu gerbang, kami tertarik dengan jasa penyewaan pakaian tradisional Cina plus foto2nya. Yup, kami pun menyewa seharga 75.000/orang untuk foto2 di sekitar kuil, pakaian China yang bisa dipilih, tiket masuk ke dalam klenteng (20.000), dan cetak foto 2 lembar. Jika ingin CD softcopy-nya kena charge lagi 20.000/CD. Nah, berhubung saya membawa kamera sendiri, mba-nya dengan baik hati mau foto2in kami dengan kamera saya (haha…nggak butuh CD lagi deh). Saya dan Putri memilih pakaian China warna merah dengan model yang sama, pakaian lengkap dari atas kepala, baju sampai sepatu. Foto sesi pertama di bawah pohon depan kuil, kami bergaya dengan payung rata ala Asia itu, selanjutnya foto2 di pelataran kuil dengan menggunakan kipas dan terakhir di dekat relief2 kuil dengan menggunakan pedang…Wahahaha, it was so fun🙂, kami tidak menyesal :))).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s