Kisah ini bermula di akhir tahun 2011

Niat kami untuk menikah memang sudah direncanakan, maka pertemuan keluarga kami untuk yang pertama kalinya (insya Allah pada tanggal 1 Jan 2012) digabungkan menjadi acara lamaran keluarganya kepada keluargaku. Hal ini memang di luar rencana, karena pada awalnya niat kedua keluarga hanya bersilaturahim, saling mengenal. Disebabkan jarak rumah kami yang jauh, mereka di Lampung dan keluarga saya di Jakarta, maka pertemuan tsb “disekalianin” aja🙂. Waktu lamaran sudah ditetapkan, maka kami berdua juga harus segera menentukan waktu pernikahan kami, kami memutuskan pertengahan tahun 2012.

Desember 2011 – 1). Mencari Tempat Akad dan Resepsi

Ok, sistem pernikahan di kota sibuk macam Jakarta ini harus direncakanan, di booking, ditetapkan dari jauh-jauh hari, termasuk masalah tempat akad dan resepsi pernikahan. Kesimpulannya begini, ada venue kosong maka baru ada tanggal pasti. hehehe… Maka dimulailah jelajah kami mencari gedung yang available pada pertengahan tahun 2012 (akhir Mei sampai akhir Juni). Jelajah dunia maya kami lakukan, copy-paste-print semua gedung-gedung yang terdekat rumah saya beserta nomor kontak teleponnya, ohya nggak lupa harga sewanya (ini penting bgt karena menyangkut budget)😀.

Kami (saya, dia, mama, dan papa) semuanya sibuk mencari tempat pernikahan. Pilihan mama adalah Gedung Deptan/Kementan di Ragunan, gedung ini merupakan cita-cita mama untuk menikahkan anaknya di sana. Mama punya nomor kontak pengurus gedung dan setelah dihubungi dinyatakan status gedung full booked hingga akhir tahun. Mama nggak menyerah gitu aja, mama coba telepon sepupunya (tante saya) yang merupakan pensiunan Deptan dan pernah menyelenggarakan pernikahan anaknya di sana. Tante saya memberi nomor katering yang mereka gunakan saat itu, mungkin orang katering bisa bantu. Akhirnya mama coba telepon katering yang bernama Nola Catering itu dan ajaib, mereka punya stok bookingan di gedung Deptan pada bulan Mei-Juni 2012. Wooow…ternyata masalah booking2an bukan hanya di tiket aja, tempat pernikahan pun ada agen2 “travel” yang membooking juga. Kita bisa dapat tanggal yang sesuai kita mau, tapi ya sayaratnya harus pake Nola Catering. Berikut nego mama dengan Nola ternyata tidak menemukan titik temu dan lepaslah Nola Catering beserta gedung Deptan.

Kami masih coba mencari-cari, karena takut semua gedung2 strategis sudah full booked, alhasil kami mencari katering2nya dulu. Saya mulai googling katering-katering pernikahan, catat namanya, alamatnya dan nomor teleponnya. Suatu hari mama dan papa bermain ke rumah saudara sepupu saya yang akan menikah pada bulan Juni 2012. Ternyata saudara sepupu saya sudah prepare dengan test food katering sana sini, dia pun memberikan beberapa brosur katering serta rekomendasi2nya. Sepupu saya menganjurkan Nabila catering untuk budget yang kami targetkan. Mulailah mama menelepon Nabila Catering. Nabila Catering punya persediaan gedung pada akhir Mei 2012 di Depnakertrans/Kemenakertrans (Gatot Subroto) dan Elnusa (TB. Simatupang). Kami coba survey kedua gedung tersebut, hasilnya Depnakertrans luas tapi kurang tinggi sehingga tidak bisa pelaminan bagonjong, sedangkan Elnusa agak kecil meskipun bisa memuat hingga 500 undangan, itu pun dengan memakai lobby-nya.

Tanggal 1 Januari semakin dekat, saya mulai pusing memikirkan gedung, sedangkan tanggal pernikahan baru bisa dipastikan jika gedungnya sudah ketemu. Si pacar sempat berbicara gedung Depsos di Salemba, dia dengar dari rekan kerjanya bahwa gedung tersebut memiliki disain yang “wah” di dalamnya. Malam harinya, saya pun langsung googling Gedung Depsos/Kemensos di Salemba, saya ketemu beberapa blog yang membahas gedung ini dan beruntungnya saya menemukan kontak person pengurus gedung, catat🙂. Keesokan harinya mama saya yang menghubungi pengurus gedung Depsos, Pak Ahmad namanya. Beliau menyarankan kami untuk datang langsung ke Kemensos. Maka meluncurlah kami ke sana (kecuali si pacar yang tetap bekerja.hehe…). Pak Ahmad meberitahukan bahwa gedung kosong pada tanggal 15 Juli 2012 (hari Minggu malam hari), selain itu udah full booked. Kami agak keberatan karena sangat dekat dengan bulan puasa. Pak Ahmad menawarkan hari Jumat malam, ada dua opsi tanggal 22 Juni atau 29 Juni 2012. Kami ragu dengan hari Jumat, takut orang-orang malas datang karena hari kerja dan macet. Akhirnya kami booked tanggal 15 Juli 2012, untuk sementara.

Setelah dibicarakan dengan si pacar dan bapaknya, mereka keberatan dgn tanggal 15 Juli karena mereka ingin merencanakan acara di Lampung (ngunduh mantu) juga sebelum bulan puasa. Akhirnya diputuskanlah ambil yang hari Jumat tanggal 22 Juni 2012. Dua hari kemudian, mama baru menghubungi Pak Ahmad lagi untuk mengubah tanggal bookingan kami, mama tetap mencoba bertanya ke Pak Ahmad apakah ada yang mengundurkan diri lagi? *tetap berharap* :D… Tiba-tiba suara Pak Ahmad di seberang telepon sana bilang “Eh bu, weekend ada nih yang kosong, hari Sabtu siang tanggal 23 Juni..Mau nggak?”, mama, “Ya mau banget donk pak..justru itu yang kami cari-cari..”. Alhamdulillah..terima kasih Allah Maha Baik🙂. Kesimpulan kami dapat Gedung Kemensos/Depsos sebagai tempat resepsi pernikahan kami dan Masjid Al-Hikmah (masih lingkungan depsos) sebagai termpat akad. Alhamdulillah…alhamdulillah…alhamdulillah… :)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s