Sisi lain Bali

[repost from kireiicha.blogspot.com]

Akhirnyaaa…gue pergi ke Bali😀. Yup, emang udah telat banget ya pergi ke sana, tapi it’s okelah, yang penting tetep berangkat🙂. Di awal minggu bulan Mei 2011, gue dan teman2 diundang acara studi banding komunitas masyarakat pengurangan risiko bencana. Studi banding dilakukan antara masyarakat Jogja-Jateng dengan masyarakat Bali. Tiba di Bandara Ngurah Rai, kami langsung menuju wisma di kota Denpasar. Karena kami cuma semalam di Denpasar, gue dan teman2 mampir dulu ke Toko Krisna utk liat oleh2 dulu🙂. Besok paginya, kami sudah bersiap2 pergi ke pulau di sisi tenggara Pulau Dewata yaitu Pulau Nusa Lembongan. Kamu tau? Gue pun aru tau kalo di Bali ternyata ada pulau lain lagi selain P. Dewata, seperti Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan Nusa Penida.

Studi banding akan dilakukan di P. Nusa Ceningan, akan tetapi kami bermalamnya di Nusa Lembongan. Pagi hari kami sudah berkumpul di pantai Sanur dan akan menyebrang dengan kapal kecil bercakar kepiting. Disebabkan jaket penyelamatnya belum datang, kami pun menunggu di kawasan pantai Sanur dan gue bersama teman mengabil banyak foto di pantai yang cantik ini dengan semburat2 cahaya matahari pagi serta aktivitas yg baru dimulai🙂. Tak terasa kapal pun sudah mau berangkat dan gue berdua teman hampir ditinggal berangkat, jadi kita menyusul dengan sedikit berjalan kaki di laut (basah2an deeeh -__-“). Setelah perjalanan 1 jam di atas laut, kami pun tiba di P. Nusa Lembongan. Kapal tidak bisa merapat ke pantai, alhasil kami harus berjalan di genangan laut lagi…yak basah lagiii🙂.

Tiba di darat P. Nusa Lembongan, kami naik mobil bak menuju ke penginapan. Pulau ini tidaklah ramai, tapi menyediakan beberapa penginapan seperti cottage lumbung dan rumah dgn beberapa kamar, tempat makan juga sedikit. Jalan2 setapak maupun jalan beraspal tidaklah terlalu lebar, kendaraan yg lalu lalang juga tidak banyak, kesimpulannya pulau ini masih sepi banget. Tapiii…setelah kami berjalan menuju P. Nusa Ceningan dan melewati pantainya, Subhanallah sangat indah sekali🙂. Saat itu jam 3 sore, laut surut memperlihatkan pantai2 pasir putih yang dangkal, air laut yang hijau kebiruan, langit bitu yang bersih, batu-batu karang yang muncul saat air surut, dan hijaunya tumbuhan di pinggir pantai. Sangat indah….tanpa sampah yang menggenang, tanpa polusi yg memenuhi udara, tanpa hiruk pikuk manusia.

Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan hanya dipisahkan dengan selat kecil yang dibangun jembatan penyebrangan di atasnya. Jembatan gantung ini hanya bisa dilalui dgn jalan kaki atau sepeda motor. Jika penduduk setempat hendak distribusi sembako, mereka menggunakan kapal nelayan kecil untuk menyebrangi antar pulau. Memasuki P. Nusa Ceningan untuk memulai pertemuan dengan masyarakat setempat. Bahkan hingga pelosok seperti ini, masyarakat Bali

tetap konsisten dengan menaruh dupa dan bunga2 di tiap gerbang rumah, tanpa terlewati satu bangunan pun. Kami berkunmpul di balai Banjar ( Banjar bisa disebut semacam RW di Jakarta). Masyarakatnya ramah dan pintar🙂. Mereka mau berbagi dalam diskusi dengan penyampaian yang sangat informatif.

Selat antara Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan

 

Sore harinya, kami kembali ke penginapan. Karena sudah tidak ada kegiatan, kami bermain2 di pantai belakang tempat penginapan kami. Pemandangan pantai surut dengan batu2 karang, pendaran sinar matahari yang akan tenggelam, dan pasir pantai yang bersih (hampir tidak ditemukan sampah). Berjalan ke sisi utara, ada batu besar yang memisahkan pantai ini (pas tanya ke orang setempat kalau nggak salah namanya Pantai Tanjung Sanghyang), kami berjalan ke batu besar tersebut, melewati batu2 karang dan tibalah di pantai sebelah yang-entah-apa-namanya tapi menyuguhkan pemandangan yang spektakuler….Subhanallah…. Secara kata-kata gambaran pantai ini terlihat sempit karena “dipagari” oleh tumbuhan hijau seperti rumput2 hijau besar dan batu-batu, pasir lembut warna keemasan ditambah pendaran sinar matahari sore yang terlihat mengagumkan, serta ombak yang sangat tenang di pantai ini. Warna keemasan dipadu dengan hijau menghiasi warna pantai ini…. Kereeeeennnn…. *usap air mata karena terharu*.

Pantai Keemasan di Nusa Lembongan

 

Malam hari kami makan di cafe sebelah penginapan. Kami menikmati makan malam di sana, tempatnya sederhana namun romantis, dengan cahaya lilin dari setiap meja, suara deburan ombak, dan alunan lagu2 romantis … Andaikan si kekasih yang duduk di sampingku ini… *halah..menghayal :D*. Suasana semakin ramai dan sadis dengan kehadiran sekelompok bule2 yang berdansa dan pasangan2 bule yang di meja sebelah sedang berciuman. (-__-“)

 Selesai makan, gue dan Putri menikmati jalan2 di pantai yang hanya diterangi cahaya dari cafe tempat kami makan tadi. Duduk2 sambil menikmati angin pantai dan melihat pemnadangan cahaya2 kapal di laut. Ketika gue mendongak ke atas melihat langit, Subhanallah…. Sungai Bintang (The River of Stars)!!! Langit dipenuhi kerlip2 bintang yang membentuk seperti sungai… Ya Allah indahnya, aku kira tidak akan pernah melihat pemandangan ini yang gue dapat infonya dari komik yang pernah gue baca jaman SD dulu… Terima kasih Allah telah memperlihatkan salah satu keindahan ciptaanMu yang jarang ini.
 Sudah 3 malam dan 3 hari menyegarkan mata dengan pemandangan indah dan bersih. Baik Nusa Lembongan maupun Nusa Ceningan bisa dibilang pulau yang masih polos (meskipun sudah tersedia beberapa tempat penginapan, spa, resto/cafe) tapi pulau ini masih sangat sepi, cocok buat orang yang benar2 ingin refreshing tanpa keramaian kota. jumat pagi, kami kembali ke P.Dewata dengan kapal bercakar kepiting lagi. Tiba di Sanur, rombongan pergi ke Toko Krisna di dekat bandara, karena sore harinya sebagian besar akan pulang. Tetapi gue dan Putri akan melanjutkan petualanangan kami di Bali🙂.
 Terpisah dari rombongan, memanggil taksi, angkut koper dan menuju Kuta🙂. kami menginap di salah satu hotel murah di dekat jalan raya Kuta. Setelah meneruh koper di kamar, kami menikmati jalanan di sekitar Kuta, masuk toko2 aksesoris, baju2 bali, hingga Joger yang terkenal itu. Kemudian makan nasi di sebrang Joger, lihat label halal dan makaaan… Perjalanan dilanjutkan dengan naik taksi ke jalan Legian. Selama perjalanan, kami disuguhi pemnadangan kehidupan malam Bali, dari hard Rock cafe, deretan bar, cahaya2 lampu yang menyolok serta dentuman musik dimana2…benar2 kota dugem ini. Kami turun di Monumen Bom Bali di Legian dan sempat mengabadikan beberapa foto hingga hujan turun mengguyur jalanan. Kami mencari tempat berteduh di salah satu toko. Hujan deras turun lumayan lama, alhasil kami nekat lari menyebrang jalan ke toko 24 jam, sambil duduk dan minum coklat hangat🙂. Menunggu hingga huja berhenti, perjalanan dilanjutkan. Dua gadis berjilbab ini berjalan2 di antara manusia2 yang siap2 dugem di bar-bar yang berderet sepanjang jalan ini :D… Masuk keluar toko, termasuk surfer girls dan lainnya, sampai tiba di tempat pijat refleksi. Kami pun masuk, mau terapi gigitan ikan dan pijat refleksi kaki. Pengalaman pertama diterapi ikan, ternyata sangat geliiii…hahaha, sumpah gue gak bisa tahan gelinya. Setengah jam dalam penyiksaan kegelian, trus lanjut ke pijat refleksi kaki selama 1 jam ke depan….Dan enak bangeeetttt…. Tamu terus berdatangan ke tempat yang tidak besar ini namun memiliki pelayan yang asik & ramah, yang tadinya hanya kami duo wanita berjilbab hingga bule2 badan besar, orang korea, anak kecil bule maupun wanita bule berdatangan. Jadi cuma kamilah pelanggan pribumio di tempat itu😀. Menikmati pijatan sambil mendengar gurauan2 bule2 di sebelah, dia lagi mengumpulkan kata2 “nggak apa2” dalam berbagai versi bahasa daerah di Indonesia😀.

Selesai pijat, kami kembali ke hotel. Esok paginya siap2 berjalan lagi, mengunjungi pantai Kuta yang terkenal sebelum kembali ke Jakarta siang harinya.

How a great moment that I ever had. Tidak menyangka perjalanan pertamaku ke Bali akan melihat sisi lain dari Bali. dari tempat pelosok yang hampir polos hingga hingar bingar kota. Terima kasih Allah atas kesempatan ini…. O:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s