Jawabanku :)

[repost from kireiicha.blogspot.com]

Pria itu teman sekantorku. Kami sudah kenal sejak pertama kali masuk kerja pada Maret 2010. Mulai bersamanya dalam pekerjaan saat kami beberapa kali dipertemukan dalam dinas2. Dinas pertama kami yang jauh adalah ke Manado, saat itu aku merasa berpikir sesuatu dan tidak tahu dengannya. Satu bulan kemudian, kami dinas bersama lagi dan aku mulai merasakan sesuatu darinya, suatu sinyal. Untuk menghindar aku pura2-tidak-tahu dan bego, hanya menganggapnya teman biasa. Secara fisik, dia bukan tipeku. Tapi untuk sifat, aku belum terlalu mengenalnya, selain dalam bidang pekerjaan dia bisa diandalkan.

Bulan2 bersama di kantor berlalu dan aku semakin merasakan sinyal “bahwa-dia-suka-aku” dan sikapku tetap pura-pura-tak-tahu :p. Dia tiba2 suka menelepon aku, sms aku dan bahkan mau mengantarkan aku ke rumah !! Wow, semakin nyata ini. “Usaha” dia tidak hanya sampai disitu, bahkan dia juga sudah adegan curhat2an ke teman dekatnya di kantor. Ejekan2 pun keluar dari mulut2 tak bisa dijaga. Hmm… Bagaimana dengan perasaanku? cukup satu kata Ragu-Ragu.

Aku tidak terlalu mengaharapkan dia, tapi sempat terpikirkan dia. Aku suka dengan perhatian2 kecilnya, tapi aku tetap harus tenang. What should i do? Jalani sajalah…aku belum berani memutuskan, belum mau komitmen lagi. Tetap menikmati perhatiannya tapi belum mau terikat dengannya. Terdengar egois? mungkin… Tapi daripada harus memaksakan diri lagi dan malah membohongi diri sendiri maupun dia…Oke, banyak kata-kata pembelaan yang bisa kuucapkan :)).

Akhirnya, aku merasa dia mulai mundur teratur. Aku ingat, sejak dia pulang dari Jogja. Dia menghindar, tidak membalas sms aku dan sejenisnya. Bahkan tidak ada tawaran tebengan motor sampai milenium lagi😀. Apa yang kurasakan saat itu? Sedih dan kecewa. Bingung, menyalahkan dia atau diriku sendiri. Tapi ya sudahlah…mungkin memang bukan jodohnya. Toh, aku juga merasa lega karena tidak harus merasakan perasaan “tidak enak” ke dia, tapi sejujurnya tetap ada yang mengganjal. Sudahlah…toh aku pernah mengalami kejadian yang lebih dari ini. Aku kembali ke kehidupan normalku sambil melihat sikap menghindarnya tiap hari. Bodo’!!

Perasaanku agak terhibur dengan berbagai kejadian, penggemar2 yang mulai berdatangan :”) dan flirting2an sana sini. Aku merasa begitu bebas. Aku merasa mempelajari banyak hal. Aku mulai tahu rasanya di posisi “orang ketiga” dalam sebuah hubungan. Aku mempelajari sesuatu, dalam sebuah hubungan yang hancur karena perselingkuhan semua pihak (orang yang menduakan, yang diduakan, dan orang ketiga) mempunyai keinginan masing2 yaitu untuk merasakan cinta, membahagiakan diri sendiri, bukan dengan sengaja tapi perasaan itu muncul begitu saja.

Setelah aku loncat sana sini dan perasaanku sudah bisa menerima keadaan. Tiba-tiba dia kembali lagi.

Yup, dia mencoba memberikan sinyal “aku-suka-kamu”-nya lagi (oke, mungkin aku yg ge-er) hehe…Tapi ternyata bukan aku yg geer, kejadian ini nyata (berlebihan bahasanya..). Perhatian2 dia mulai terasa lagi dan puncaknya saat dia lagi di Bromo. Dia sering menghubungi aku, meskipun dengan kemampuan sinyal HP yang pas2an. Hehe… Aku mulai menikmati momen ini lagi :)). Dan untuk kali ini, aku benar2 menikmatinya karena dia sekarang sudah lebih terang2an mengungkapkannya. Sampai suatu pernyataannya di bulan Januari tahun 2011. Dia menyatakan semuanya. Ya semuanya🙂. Dan jawabanku saat itu adalah Belum Pasti. Aku ingin mengenalnya lebih dan jalan barenga dengannya, tapi belum mau ada ikatan. Kami berdua setuju.🙂

Bulan demi bulan berlalu. Frekuansi dan intensitas bbm, telepon dan pertemuan kami semakin sering dan berkualitas. Sampai pada akhirnya di bulan Ramadhan tahun ini (1432 H), aku menemukan jawaban pada diriku. Aku tidak ragu lagi. Aku tidak ragu untuk melanjutkan hubungan dengannya. Aku yakin menjalani hubungan dengannya.

Bismillah…semoga ini petunjuk dari-Mu Ya Allah…aamiiin. O:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s