Melalang di Kota Malang

[repost from kireiicha.blogspot.com]

 

Sebelumnya gue udah bercerita tentang kota Malang, tapi sepertinya lebih condong ke laporan kegiatan gue di sana. Bosan, memang. Maka dari itu gue akan bercerita ulang lagi, lebih ke konteks jalan-jalannya, semoga tidak membosankan :)). Namanya juga belajar2 nulis😀

Malang, kota pertama di daerah Jawa Timur yang gue kunjungi. Pertama kali ke Malang, perkiraan gue seperti yang dibisik-bisikin orang lain yang udah pernah ke sana, bahwa Malang kota yang dingin. Tapi, saat kakiku mendarat di sana, aku tidak merasakan kesejukan sedikit pun, panas seperti Jakarta tapi tidak gersang karena dikelilingi tanaman tebu, perkebunan, rerumputan di sekitar bandara Malang. Kawasan sekitar bandara asri banget, teratur dan rapi karena masih termasuk dalam komplek TNI-AU Malang.

Selama di Malang kita bermalam di Hotel Ollino Garden, hotel yang terletak di tengah-tengah pertigaan dekat pasar tradisional dan alun-alun kota Malang. Suasana lobi hotelnya bernuansa taman dengan pilar dan patung Yunani, dan cahaya matahari masuk di tengah lobi. Cantik lobinya, tapi kamarnya standar. Mengingat perut belum diisi sampai jam 3 sore, kami pun makan di Rawon Nguling yang letaknya nggak jauh dari hotel. Selain rawon yang hitam dan enak, di sini tersedia rujak cingur khas Jawa Timur.

Hari-hari berikutnya gue dan teman-teman disibukkan dengan kegiatan yang kita selenggarakan di Lanud Abd.Saleh, baik persiapan maupun pelaksanaannya. Suatu malam, saat pulang dari persiapan acara di Lanud, kami pergi makan di Bakso Malang President, yah…udah jauh-jauhke Malang masa’ nggak nyobain basonya :)). Bakso President yang kita kunjungi terletak di samping rel kereta api, katanya sih ini yang pusatnya. Di sana, tersedia berbagai jenis baso; baso urat, rudal, telur, tahu baso, pingpong, pangsit baso, dll. Rasanyaaa…hmmm, alhamdulillah enak😀.

Malam hari sebelum hari H-nya, kita para staf makan malam di Rumah Makan Inggil. Rumah makan ini menawarkan tempat makan wisata yang bagus dengan design ruangan dan perabotan serba Jawa, beautiful place🙂. Kami makan berombongan sebanyak 21 orang, jadi pesan makanannya pun jamaah. Pas coba makanan di sini, hmmm…sebanding kok sama tempatnya😀. Kalau ditanya harga, kurang bersahabat dengan dompet😉.

rumah makan inggil, malang

interior rumah makan inggil, malang

 

Setelah meletus hari H-nya, kita bebas di ke mana aja, tapi tetap harus menyelesaikan pertanggungjawaban acara😥, namanya juga dinas. Pagi pertama, kami berencana pergi ke pasar tradisional yang tak jah dari hotel. Jam 7 pagi, gue dan teman2 udah berkumpul di depan pasar dan ternyata pasarnya masih sepiiiii….jiaaah beda banget sama pasar di Jakarta, subuh2 udah pada dagang. Tapi berhubung udah terlanjur ke pasar, kita pun nekat masuk dan udah ada beberapa toko yang buka. Di sana kita niatnya mau beli oleh-oleh tapi nggak jadi, cuma temanku ada yang membeli teh naga yang harunya enak banget, kata dia teh naga cuma ada di Malang dan sekitarnya. Total 8 hari di Malang, kami pun kembali ke Jakarta🙂.

Satu tahun kemudian, gue kembali ke kota Malang yang terkenal dengan apelnya ini. Rencananya akan menetap 3 hari 2 malam saja. Jadi, malam pertama gue dan teman2 kantor dimanfaatkan untuk jalan-jalan..hehe. Makan malam kita cari bakso Malang, kita mapir di warung kecil dan alhamdulillah baksonya enak banget ditemani minuman sari apel yang enak juga, jadi bahagia..Loh?! :)). Tujuan berikutnya jalan-jalan ke kota Batu. Yup, kota inilah yang suasananya sejuk dan dingin…Dari kota Malang ke Batu tidak sampai satu jam perjalanan, apalagi driver yang kita sewa nyetirnya udah kecepatan menggila. Malam-malam di kota Batu ternyata tidak sepi karena ada tempat wisata malam yang namanya BNS (Batu Night Spectaculer)…pas masuk ke sana…Wow, ternyata indah dengan lampu warna-warni dan berbagai macam permainan, selayaknya pasar malam tapi modern dan menetap..hehe :)).

lampu warna warni yang menghiasi BNS

 

Biaya masuk ke BNS pada hari biasa 12,5 ribu dan di dalamnya terdapat berbagai wahana yang dihiasi lampu-lampu cantik. Permainan yang unik adalah bersepeda di langit, yaitu mengendarai sepeda di atas rel yang ketinggiannya lebih kurang 5 meter. Gue juga sempat masuk ke rumah kaca yang bentuk luarnya seperti piramid kaca. Lalu ada Lampion Garden yang cantik banget, tapi masuk ke sini dikenai biaya 10 ribu lagi per orangnya. Di dalam BNS juga ada foodcourt dengan tempat makan yang diatasnya ditayangkan gambar proyektor seperti di planetarium gitu.

(i) food court di dalam BNS (ii)gerbang menuju Lampion Garden

 

Puas jalan-jalan sambil menikmati indahnya kerlap kerlip BNS, kita menuju bagian belakang area yaitu tempat belanjaaaa… :)). Ternyata di sana banyak kios yang menjual oleh-oleh khas kota Batu, dari pakaian, pernak-pernik, sampai makanan. Waah..langsung deh inget2 orang rumah untuk dibeliin ini itu😀.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s