Manado dang!!

[repost from kireiicha.blogspot.com]

Gue sudah bercerita Manado sebelumnya, tapi kali ini gue akan bercerita Manado sekali lagi, paket lengkap versi gue😀. Manado, kota pertama di Pulau Sulawesi yang gue kunjungi. Dalam setahun, gue bolak balik ke Manado, Sulawesi Utara ini sebanyak 6 kali!! Itu disebabkan ada kegiatan besar2an di Manado, jadi persiapannya mesti mateng2 banget.

Perjalan pertama dimulai bulan April 2010. Dengan penerbangan yang transit di Makasssar dulu. Dan makan waktu lebih kurang 3,5 jam, akhirnya tibalah gue dan rombongan di Bandara Sam Ratulangi, kota Manado. Tiba di kota dengan plat kendaraan DB ini, kita dijemput tim daerah dan diantarkanlah kami ke hotel Sintesa Peninnsula di Jl. Sudirman Manado. Setelah pembagian kunci kamar, gue dan teman masuk ke dalam kamar dan wow!! kamarnya luas banget dgn interior kayu warna cerah dan warna putih, nengok ke kamar mandi dan takjub dengan luasnya kamar mandi, jadi merasa agak risih kalo lagi mandi..hehe :)). Gue dan sebagian besar rombongan berada di kamar lantai 7 dan ada satu teman yang ditempatkan di lantai 3. Beberapa hari di lantai 3, dia minta pindah ke dekat kamar kita, karena ada kejadian misterius saat dia bermalam di lantai 3..Hmm, memang hotel ini punya sejarah mendukung yaitu bangunan bekas rumah sakit yg sudah lama tidak terpakai. Waduh..

bubur tinutuan, buburnya manado

Sore harinya kami makan di Restauran RiaRio di Malalayang, agak ke luar kota sedikit. Gue yang tidak menyukai ikan, harus bertahan dengan menu serba ikan selama di Manado (karena yg jelas halal cuma itu.hehe..). Untunglah, ikan2 yg disajikan cocok dengan lidah gue. Lalu gue juga mencoba dabu-dabu, sambal khas Manado, yang pertama kali gue coba asin x(. Makan sore hari di RioRio sambil menikmati pemandangan sunset dengan siluet gunung Manado Tua. Dalam perjalanan kembali ke hotel, kita beli pisang goreng yang makannya dengan sambal, aneh? ya memang..tapi setelah dicoba, hmmm…enak🙂. Tujuan kita ke Manado bulan april ini untuk site visit ke Minahasa Utara, disingkat Minut. Perjalanan ke Minut, pemandangan yang disajikan begitu kontras, antara bukit-bukit hijau dan laut biru menyatu. Jika kita mengira daerah yang berbukit bercuaca adem, maka disini tidak, karena bukit-bukit tersebut ditumbuhi pohon-pohon kelapa disandingi laut biru. Di Minut, kami menelusuri beberapa desa, dan desa yang gue telusuri bernama Desa Wori. Desa yang hijau namun panas cuacanya. Lalu Desa Kimibajo, desa yang memiliki pasir hitam di pantainya.

Perjalanan Manado gue berikutnya masih ke desa-desa yang sama dan acara di hotel-hotel saja. Sampai kami akhirnya menemukan rumah makan padang yang enak, Minang Putra, mereka punya menu andalan yang merupakan makanan padang campur manado yaitu Ayam bakar dabu-dabu. Pas dicoba…hmmm, gue habis 2 ayam🙂, enak banget. Meskipun kepedesan dan keringat mengalir tapi nikmat dan pengalaman pertama kami setelah makan ayam sambal dabu-dabu adalah buang2 air sesamapinya di hotel…hahaha…masih beradaptasi🙂. Makanan Manado yang gue suka lagi adalah bubur Manado di rumah makan Dego-dego, Nasi Kuning dengan sambalnya yang muantap di Selamat Pagi dan Klapertart!!…i love klapertart🙂.

 

pemandangan kota manado di malam hari (view from Hotel Ritzy)

 

Bulan Maret tahun 2011, merupakan puncak dari acaranya. Gue sebagai salah satu panitia, tinggal di Manado selama 22 hari, yup…lebih dari setengah bulan. Gue termasuk tim advanced, sesampainya di Manado, yang gue lakukan bersama tim advanced adalah mampir ke 8 hotel!!! Hotel Ritzy – Hotel Sintesa Peninsula – Hotel Swissbel – Hotel Gran Central – Hotel Manado Bersehati – Hotel Quality – Hotel Novotel – Hotel Gran Puri….dan jam 7 malam baru balik ke hotel tempat kami menginap. Oya, setiap mampir ke hotel2 itu, kita selalu nyicip welcome drink-nya dan yang enak adalah Peninsula😀.

Sebagai penutupan acara di Manado sekaligus penutupan perjalanan maraton gue ke Manado, kami semua menyempatkan diri main-main ke Bunaken. Finally….malu gue udah bolak balik ke Manado tapi nggak pernah ke Bunaken.hehehe… Kita berangkat dari hotel jam 7 pagi dengan berjalan kaki ke pelabuhan tempat kapal2 sewaan, cuaca pagi itu agak mendung sebetulnya, cuma kita yakin nanti juga akan cerah. Kita menyewa 2 kapal, yang satu diisi para bos dan 1 lagi staf2, kita sebut saja kapal bos dan kapal staf. Kapal bos berangkat duluan barulah kapal staf menyusul. Setelah mengapung-apung 2 jam di laut Bunaken, kami tiba di Pulau Bunaken yang ternyata langsung disambut hujan. Woow… kami pun berteduh di salah satu warung dan makan2 nasi kuning dan makan mie rebus. Setengah jam kami berteduh, perjalanan diteruskan, kami diantar ke kapal besar yang standby di tengah2 laut, bernama blue banter. Kapal putih tersebut memiliki ruang tembus pandang di bawahnya dimana saat kapal mulai dijalankan kita dapat menikmati indahnya dunia bawah laut Bunaken. Subhanallah…indahnya kerjaan batu karang yang warna-warni dan ikan2nya yang cantik.

Puas menikmati pemandangan laut disertai mual2 dan pusing2 :))..kami kembali ke kapal staf tadi menuju kota Manado. Cuaca mendung masih menanungi langit Bunaken, tapi kami tetap nekat balik ke Manado hari itu juga. Dengan ombak yang semakin kencang, hujan yang mengguyur, goncangan kapal semakin dahsyat, kita semua masuk ke dalam dan terus berdoa…kepala udah pusing, perut udah mual dan takut kapal terbalik. Alhamdulillah…Maha Besar Allah, kita pun selamat sampai di pelabuhan tempat kita berangkat tadi. Turun dari kapal dan menapak kaki di darat, beberpa orang langsung muntrah2.. kami menerima kabar buruk, bahwa kapal bos yang seharusnya sudah sampai duluan, kenyataannya belum tiba. Suasana semakin tegang setelah setengah jam dari jadwalnya kapal belum mendarat. Setelah mendapat kabar, ternyata kapal bos itu nggak bisa merapat disebabkan ombak yang sangat besar menghantam kapal balik ke tengah laut. Setelah 3 jam terapung di laut, kapal bos pun mendarat di pantai dan satu per satu turun. Ada yang menangis, ada yang pucat, dan ada yang langsung sujud syukur. Alhamdulillah…. :)). Pengalaman mengerikan sekaligus mendebarkan.

Lusa, kami semua kembali ke Jakarta, goyangan-goyangan laut Bunaken masih terasa di badan, jadinya saat di dalam pesawat terbang ada goncangan, gue tidak terlalu merasakannya karena masih lebih terasa goncangan Bunaken :)).

Manado, gue suka makannanya, gue suka cinderamatanya, dan gue suka indahnya Bunaken (meski digoncang2 hebat..hehe..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s