Manado First Trip

[Repost from kireiicha.blogspot.com]

Ini perjalanan dinas kedua setelah aku bekerja. Menuju Manado di Provinsi Sulawesi Utara. It was my first pergi ke Manado, ke pulau Sulawesi dan ke daerah tengah Indonesia🙂. Pergi tanggal 18 April 2010 dengan pesawat Garuda penerbangan 8.30 WIB. Ternyata penerbangan ini transit dulu di Makassar dan setelah memakan waktu total 3 jam lebih akhirnya sampai juga di Bandara Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara. Hi Manado!!

Kami dijemput oleh rekan kerja di daerah yang segera meluncurkan kami ke hotel Sintesa Peninsula di tengah kota Manado. Sepanjang jalan dari bandara ke hotel aku melihat banyak sekali gereja. Pantaslah jika kota Manado disebut kota seribu gereja. Tiap tikungan jalan pasti akan melihat gereja-gereja berdiri, dari yang kecil sampai besar. Menangkap dari perbincangan orang-orang Manado, ternyata bahasa mereka disingkat2, seperti so untuk kata sudah, DP untuk kata dia punya, dorang untuk kata dia orang… how interested🙂.

Tujuan dari perjalanan ini adalah site survey untuk kegiatan akbar simulasi penanggulangan bencana yang berskala internasional, bernama ARF-DiREx (ASEAN Refional Forum-Disaster Relief Exercise). Tuan rumah dari acara ini yaitu Indonesia-Jepang dengan peserta dari negara2 anggota ARF plus Amerika, Australia dan Uni Eropa. Hmm.. it must a big event, right?!. Dan pada bulan April ini akan diadakan site survey pertama untuk tuan rumah, Indeonesia dan Jepang. Jadi acara perjalanan saat ini dipenuhi dengan jalan-jalan :)).

Beberapa site atau lokasi yang kita survey adalah desa-desa di kawasan Minahasa Utara, pulau Bunaken, pulau Siladen, dan pulau Mentehage. Aku masuk dalam grup Medical dan kita jalan2 ke desa Wori di Munahasa Utara. Perjalanan ke sana mengagumkan. Tipikal kontur di daerah ini yaitu bukit2 hijau yang menjulang bersanding dengan birunya laut. Dan bukit2 tersebut ditumbuhi pohon-pohon kelapa, hmm..pantes Manado disebut kota Nyiur Melambai. Udara di sini meskipun berbukit2 tapi panas tapi sejuk dan bersih. Pantainya memiliki pasir warna hitam atau gelap.

Disebabkan mayoritas penduduk Sulawesi Utara beragama Nasrani dan menyukai kuliner ekstrim jadi kami hati-hati dalam memilih jenis makanan. Makanan favoritku selama di sini adalah IKAN…🙂. Well, semua keluargaku tau bahwa aku tidak suka makan ikan, tapi setelah tiba di sini mau nggak mau harus mau makan ikan. Alhamdulillah aku bisa memakannya dengan nikmat karena dibumbui dengan sambal yang menggoda dan dengan campuran bumbu lainnya. Masakan Manado terkenal dengan pedasnya yang nyelekit dan aku pun dengan senang menerimanya..haha. Sambal yang terkenal adalah sambal dabu-dabu, pertama kali mencoba aku kurang suka karena terlalu asin. Saking sambal begitu diminatinya di sini, bahkan pisang goreng pun dimakan dengan sambal dan hasilnya hmmm i love it🙂.

Lima hari tak terasa. Kembalilah kami semua ke Jakarta. Tak lupa membeli oleh2 untuk yang di kantor dan di rumah. Meskipun belum sempat ke wisata laut Bunaken, aku berharap my next trip to Manado bisa pergi ke sana. Karena acara ARF-DiREx ini puncaknya bulan Maret 2011 maka aku yakin akan bolak balik ke Manado. Well see you Manado…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s