Pengalaman Operasi Gigi (1)

[repost from kireiicha.blogspot.com]

Huft..akhirnya aku harus menghadapi hal “ini” juga. Operasi gigi. Sudah menghindar dari 6 tahun yang lalu. Kasusnya adalah gigi gerahamku yang tumbuh di dalam gusi akibat nggak ada tempat untuk keluar dan ternyata dia membesar hingga mendesak gigi lainnya. Dan baru terasa keluhan nyut2 sekitar dua tahun yang lalu. Tapi masih kuabaikan. Hingga akhirnya, 8 bulan lalu aku memberanikan diri ke dokter gigi di FKG UI. Setelah di rontgen, hasilnya..hoplaaa ternyata di tempat yang nyut2 itu ada 2 gigi!! letaknya di kiri atas. Dan bonus tambahan lagi, ada 2 geraham bungsu di rahang bawah masing2 satu di kanan dan satu di kiri. Masya Allah…

Dan saran dari sang dokter tentunya harus dicabut, kalo mau sekalian yang gigi bungsu di bawah. Jadi total dicabut 4 gigi. Haaa… Dan setelah diperiksa-periksa lagi, geraham yang di kiri atas kasusnya sulit jadi untuk mencabutnya sebaiknya operasi bius umum/total. Haaa…pingsan deh. Dokter FKG UI menyarankan di operasi di RSCM aja. Akhirnya aku pulang. Langsung ke RSCM? tentu enggak. Untuk rontgen gigi aja butuh keberanian 6 tahun, apalagi operasi besar ini, dicabut 4 gigi sekaligus pula, tambah biaya operasi…Haaa pikir2 dulu deh.

Ternyata proses pikir2 aku ini disertai rasa ngilu, nyut2, ga nyaman yang makin terasa dari bulan ke bulan. Aku coba konsultasi sama temen yang dokter gigi, kata dia nggak apa2 kok di operasi, apalagi bius total, nggak terasa sama sekali. Alhasil, keberanian itu muncul juga pada bulan November ini.

Awal November aku datang ke RSCM bagian Gigi dan Mulut. Setelah daftar, aku dibawa ke kamar Bedah Mulut. Diperiksa-periksa dan dilihat hasil rontgenan aku, akhirnya kita sepakat akan dicabut keempatnya dengan bius total. Terus ditanya2 aku punya alergi atau penyakit apa. Dan kujawab aku punya asma. Meskipun ini operasi pencabutan gigi “doank” tapi ini merupakan operasi besar karena di bius umum, jadi perlakuannya pun hampir sama dengan operasi2 pada umumnya. Aku pun disuruh mengecek kesehatan ke bagian Penyakit Dalam karena aku punya asma, lalu disuruh cek darah dan rontgen toraks/dada. Dan mulailah proses itu semua.

Informasi bagi yang berobat di RSCM, harus dibutuhkan kesabaran ekstra. Kalo nggak punya kesabaran ekstra, jangan berobat di sini. Karena aku mulai dari bagian Gigi dan Mulut aja harus menunggu 2 jam untuk diperiksa awal, tapi untungnya di bagian Bedah Mulut cepat. Lalu aku mau rontgen toraks, nunggu hampir sejam dan hasilnya diambil keesokan harinya. Lalu aku ke bagian IPD (penyakit dalam) dulu sebelum cek darah, alasannya karena aku takut di ambil darahnya. Yak, aku takut si jarum suntik itu yang pernah menyebabkan aku pingsan setelah diambil darah. Huft… Lalu aku ke IPD dan langsung disuruh bayar di kasir. Setelah menyerahkan berkas aku yang dari dokter BM, si suster IPD langsung marah2 karena dataku nggak lengkap (oke..mungkin dia bukan maksud marah2 tapi nada suaranya yang terdengar judes dan aku capek sekali karena proses “menunggu” yang lama sama psikologisku yg mau menghadapi operasi..jadi terdengarnya dia narah2). Kata suster mana hasil cek darahnya, mana rontgen2an-nya, kalau begini apa yang mau diperiksa? kata dia. Ya aku jawab, hasil rontgen toraks belum selesai, kalau darah aku belum ambil. Terus dia ngedumel2 lagi. Ya udah, aku bilang aku cek darah dulu. Dia masih ngedumel2 juga sambil kasih batas waktu bahwa kwitansi pembayaranku berlaku sampai besok, lebih dari besok hangus uang telah aku bayar tadi. Ha??! Mulai disini aku emosi. Aku bilang kok pake ada hangus2an segala?aku kan belum di cek sama dokter IPD-nya, lagian kenapa mereka minta bayaran dulu baru periksa?. Terus dia ngedumel2 lagi sambil bilang ya udah masuk aja deh. Lah gimana cerita kalo nggak ada hasil darah apa yang mau diperiksa coba? Akhirnya aku ambil berkasku dan pergi keluar. Dan dia marah2 setelah itu, aku juga ikutan adu mulut sama dia.

Aku akhirnya ke laboratorium darah dulu. Tapi sebelumnya aku makan siang dulu biar kuat daya tahannya dan nggak pingsan. Setelah makan, aku ke lab darah. Sambildeg2an dan terus berdoa, aku dipanggil. Aku bilang dulu ke susternya, kalo aku punya riwayat pingsan beberapa saat setelah ambil darah. Akhirnya dia coba menenengkan aku bilang kalo nggak apa2 cuma sebentar. Aku disuruh tahan napas dan dilemaskan tangannya. Dan selesai. Setelah itu, aku yang ditemani papa duduk dulu di ruang tunggu. Aku dikasih minum dan rileksin pikiran dulu sama papa. Setelah lumayan nggak terasa nyut2an setelah diambil darahnya. Kita coba jalan untuk pulang. Alhamdulillah, aku nggak pingsan. Yeiii…kemajuan yang bagus.

Prosesnya belum selesai tetunya. keesokan harinya aku datang lagi untuk ambil hasil rontgen toraks dan hasil darah. Setelah hasil itu kuterima, aku ke IPD untuk menyerahkan berkas2 itu. Tidak beberapa lama menunggu, aku masuk. Setelah diperiksa badan dan hasil rontgen dan darah, ternyata gula darahku tinggi untuk ukuran normal tapi belum masuk diabetes. La?! *waduuh..curiga nih gara2 tiap malam makan di luar mulu*. Dan dokter IPD pun berpesan bahwa dia belum mengijinkan aku untuk di operasi. Aku disuruh cek darah puasa dan periksa jantung serta tes tiup untuk pernapasan. Tiga kali tes lagi? dan salah satunya ambil darah lagi? Ya ampuuun…berapa lama lagi aku harus mengantri, aku lelah menunggu giliran kalo di RSCM ini. Dan ambil darah lagi? Haaa…aku nyerah. Begitu keluar dari ruang dokter, aku langsung pulang sambil nangis. Aku bilang ke papa, aku lelah, aku nyerah aja, nggak jadi di operasi. Tapi papa berusaha menyabarkan aku dan bilang kalo dulu papa waktu mau operasi juga prosesnya emang begitu, karena semuanya harus di pastikan dalam kondisi baik dulu.

Dan aku ternyata tidak menyerah. Keesokannya aku cek darah di lab Prodia dekat rumah. jadi aku nggak harus ke RSCM yang melelahkan emosi jiwa. Aku cek darah puasa dan dua jam setelah makan. Setelah itu aku ke kantor. Hasil dari tes darahku di Prodia sangat baik sekali. Alhamdulillah. Esok hari, aku kembali ke RSCM, aku tes jantung dan tes tiup. Seperti biasa, waktu mau tes tiup menunggunya lama banget, untung prosesnya cepat. Dan pas tes jantung, tidak menunggu lama dan proses cepat. Fiuuuh… Lalu aku ke dokter IPD dan menunggunya sangat lama, tapi nggak apa2 deh yang penting nggak berantem lagi sama suster itu. Setelah di cek semua hasilku, dokter IPD bilang aku udah boleh dioperasi tapi dia punya catatan untuk asmaku yang katanya berpengaruh sama obat anastesi (obat biusnya).

Lalu menuju BM dan konsultasi dengan dokternya, dan ditetapkan bahwa aku di operasi hari Selasa tanggal 16 November 2010. Seminggu lebih lagi. Aku diminta jaga kondisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s