Pengalaman Operasi Gigi (2)

[repost from kireiicha.blogspot.com]

Dan hari yang ditunggu-tunggu tapi tak diharapkan pun tiba. Sehari sebelum operasi, aku diharuskan menempati kamar dulu. Jadi rencananya aku akan di opname/rawat inap 3 hari 2 malam. Semalam sebelum dan semalam sesudah operasi. Hari Senin tanggal 15 Nov 2010, aku datang ke RSCM untuk daftar kamar. Pertama-tama, datang ke bagian BM dulu, suster di sana telepon ke tempat rawat inap apakah ada kamar yang kosong. Dan alhamdulillah ada. Lalu sebelum aku pergi, dokter gigi yang akan mengoperasiku menyarankan bahwa aku menggunakan obat *lupa namanya* untuk menambal gusi tempat gigi tersebut dicabut agar lubang yang tadinya bekas gigi itu cepat menutup dan penyembuhan lebih cepat. Aku tanya apakah berbahaya buat tubuh nantinya? dia bilang tidak. Dan aku pun setuju, insyaAllah yang terbaik.

Proses lama kembali terjadi untuk mendapatkan kamar. Ternyata aku harus mendaftar di pendaftaran rawat inap dan menunggu 1 jam lebih untuk kejelasan apakah kamar sudah dapat dipakai atau belum. Karena aku menggunakan askes, aku kemudian mendaftar di bagian pendaftaran askes. Karena pas jam istirahat, alhasil kita menunggu sejam lebih sampai dibuka lagi. Sudah selesai mendaftar dan fotokopi berkas2 tersebut sebanyak2nya. Aku menuju kamar di Gedung A ruang 418. Sampai kamar, langsung istirahat ditemani mama. Papa masih cari makanan dan obat. Kamarnya terdiri 4 orang pasien. Dokter2 datang, ada yang dari BM, dari anastesi, dan dokter jaga. Orang tuaku menunggu sampai waktu isya, setelah jam besuk habis mereka berdua pulang. Dan tinggallah aku sendiri yang gelisah menunggu operasi tiba. Hehe. Untung ada bacaan, jadi sampai ngantuk aku baca aja.

Sekitar jam 10 malam, susternya membangunkanku. Aku disuruh inhaler pernapasan dulu, salah satu persiapan untuk bius terhadap asmaku. Setelah di inhaler, tidurku pun lelap. Dan jam 4 pagi aku dibangunkan lagi untuk inhaler yang kedua. Dan aku pun sudah mulai puasa sejak jam 11 malam (ya iyalaa..udah tidur jam segitu). Puasa diperlukan agar saat kita dibius total, tidak ada makanan/minuman yang naik ke atas dan menyebabkan jalur pernapasan kita terhambat. Jam 6 pagi, setelah mandi dan sholat, infus pun dipasang. Oow..ini pertama kalinya aku diinfus. Ya pertama kalinya juga aku diopname. Dan pastinya pertama kalinya juga di operasi. Aku pun bilang ke suster kalo ini pengalaman pertamaku di infus. Akhirnya, jarum panjang nan kecil itu pun dimasukkan ke pembuluh darahku. Letaknya di tangan kanan dekat pergelangan tangan. Setelah direkat kuat-kuat, ternyata nggak terasa lagi sakitnya.

Jam 7, keluarga aku datang. Jam 8 aku dibawa dengan kursi roda ke ruang operasi. Lalu berganti pakaian operasi dan melepas semua pakaian kecuali cd *uppss*. Dan setelah itu masuk sendiri ke kawasan steril yang terdiri dari koridor besar dan beberapa ruang operasi. Aku disuruh berbaring di lorong2, kemudian di dorong masuk ke dalam salah satu kamar. Yang tentunya kamar operasi bedah mulut. Di dalam, orang2 sekitarku langsung sibuk bekerja, mereka menyiapkan segala macam keperluan operasi. Aku dipasangkan alat deteksi jantung, pernapasan, dan lain2. dan aku mulai kedinginan di ruang operasi yang memang sangat dingin. Setelah semua siap, dokternya mendekatiku dan ia berkata “Yak, kita mulai.” aku jawab, “Oke”.. Kutengadahkan kepala melihat lampu2 operasi yang besar dan berdoa. Setelah itu aku nggak tau apa2 lagi. Aku udah nggak sadar.

Bangun2, aku masih setengah sadar. melihat ke kiriku, ada seorang perawat atau dokter? entahlah baju mereka warna hijau. Lalu aku tanya ke dia “Udah selesai ya?”, dia jawab “udah”. Alhamdulillah. Aku tidur lagi karena masih terasa mengantuk dan aku merasa pipiku diganjal dan bengkak tapi tidak sakit karena masih pengaruh obat bius. Tidak lama kemudian, ada yang datang membangunkan aku. Telap pak, saya udah bangun sendiri kok. Lalu saya dipindahkan ke tempat tidur lain dan di dorong ke luar dengan bertutupkan selimut. Ternyata aku di dorong kembali ke kamarku. Diikuti mama dan papa yang menunggu.

Sesampainya di kamar, aku masih ngantuk2 dan ingin rasanya tidur aja. Berbicara masih susah karena diganjal kapas. Kata mama, aku di ruang operasi hampir 3 jam. Setelah kapas dilepas dan buang gas, aku mulai minum air. Aku menginap semalam lagi dan besok pagi baru pulang.

Alhamdulillah, selesai juga klimaksnya. Dan sekarang aku memasuki proses pemulihan. Tiga hari setelah operasi, asmaku kambuh, badanku meriang pada pagi dan malam hari, batuk-batuk dan flu juga, gusi masih terasa ngilu2 dan terasa kebakar. Sangat mengganggu, tapi aku menganggap ini efek dari abis melalui sesuatu yang besar dalam tubuhku. Seminggu setelah operasi dan penyakitku berangsur pulih, aku lepas jahitan.

Ohya, untuk biaya operasi gigi dengan bius umum ini, aku mengabiskan 6 juta-an. Tapi karena aku menggunakan Askes, dipotong 2 juta dan mendapat kamar gratis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s